Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:44 WIB
loading...
A A A
Uni Eropa (UE) mengalokasikan dana sebesar 3 miliar euro untuk tahun 2026 guna mempercepat pengembangan proyek bahan baku kritis melalui inisiatif RESourceEU, dengan proyek Malmbjerg milik Greenland Resources termasuk di antara proyek yang mendapat prioritas pembiayaan.

"Kami menemukan sejumlah proyek logam tanah jarang dengan estimasi sumber daya yang mendekati tahap produksi dan memiliki kadar logam tanah jarang yang sebanding dengan yang kami temukan dalam cadangan mineral molibdenum kami," kata CEO Greenland Resources, Dr. Ruben Shiffman dikutip dari Busineswire, Sabtu (24/1/2026).

Perusahaan tersebut mencatat memiliki rencana kapasitas pengolahan molibdenum selama 20 tahun serta perjanjian penyerapan hasil produksi (offtake) jangka panjang dengan sejumlah perusahaan baja besar di dunia.

Minat Geopolitik Kian Menguat

Penemuan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian geopolitik terhadap kekayaan mineral Greenland. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menjajaki pembahasan terkait akses terhadap sumber daya alam Greenland, dengan para pejabat memandang kekayaan mineral di wilayah tersebut sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan AS pada pasokan logam tanah jarang dari China.

Baca Juga: Trump Batalkan Ancaman Tarif Greenland, Harga Minyak Stabil

Greenland diperkirakan memiliki sekitar 36 juta ton logam tanah jarang, meskipun hanya sekitar 1,5 juta ton yang saat ini dianggap sebagai cadangan yang layak secara ekonomi. Proyek Malmbjerg, yang memperoleh izin eksploitasi selama 30 tahun pada Juni 2025, diproyeksikan dapat memulai operasi penambangan pada 2028 dan berpotensi memasok sekitar 25% kebutuhan molibdenum Uni Eropa sekaligus memenuhi 100% kebutuhan sektor pertahanan kawasan tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Rekomendasi
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Cerita Mutiara, Anak...
Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Berita Terkini
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved