Panas Bumi Kian Dilirik Investor Asing, Pengamat Berharap Kepemimpinan Baru PGE Percepat Pengembangannya

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:27 WIB
loading...
Panas Bumi Kian Dilirik...
Panas bumi di Indonesia kian dilirik investor asing. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Industri energi baru dan terbarukan (EBT) memegang peran yang sangat strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Sejalan dengan itu, pemerintah semakin gencar mendorong agenda transformasi bauran energi nasional melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Dalam periode 2025-2034 pemerintah menargetkan perluasan kapasitas pembangkit EBT hingga 76 persen.

Dorongan tersebut membuat sektor EBT kian menarik perhatian dari berbagai pihak, yang tercermin dari masuknya penyertaan modal asing serta investasi dari perusahaan-perusahaan besar.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, S.E., M.E. menyampaikan ketertarikan investor global menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap prospek pengembangan EBT di Indonesia. EBT dinilai memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat tinggi, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan.

Baca Juga : Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Transisi Energi, Analis Nilai Prospek PGEO Positif

“Salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia adalah panas bumi atau geothermal. Potensi panas bumi Indonesia tercatat sebagai yang terbesar kedua di dunia dengan kapasitas mencapai sekitar 24 gigawatt (GW). Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan pemerintah untuk menyelesaikan tantangan yang ada. Sejauh ini, berbagai kajian sudah dilakukan guna mendukung pengembangan panas bumi secara berkelanjutan,” ungkap Telisa melalui keterangannya pada Kamis (22/1/2026).

Telisa menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi industri panas bumi tanah air mulai dari aspek teknis, regulasi, hingga pembiayaan.“Tantangan-tantangan ini perlu diselesaikan secara bertahap agar pengembangan panas bumi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Indonesia sudah memiliki kajian cukup banyak dan pemetaan-pemetaan mengenai potensi panas bumi,” tambah Telisa.

Di sisi pembiayaan, Telisa menilai pembentukan Danantara berpotensi menjadi katalis penting dalam mempercepat akselerasi pemanfaatan panas bumi guna mendukung perekonomian nasional. Telisa berharap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) sebagai pemain panas bumi terbesar di tingkat nasional, dapat membantu merumuskan dan mengimplementasikan solusi akan berbagai tantangan panas bumi.

Baca Juga : Potensi Panas Bumi Indonesia Terbesar Kedua di Dunia, Penopang Transisi Energi

PGE baru saja mengumumkan pergantian kepemimpinan, dengan Ahmad Yani resmi menjabat sebagai Direktur Utama yang sebelumnya dijabat oleh Julfi Hadi. Menurut Telissa, pergantian kepemimpinan di PGE dapat menjawab berbagai kendala operasional dalam pengembangan panas bumi.

“Pergantian kepemimpinan Pertamina Geothermal Energy saya pikir dilakukan untuk menyesuaikan agar ekosistem yang sedang dibangun sesuai dengan ekspektasi dari Danantara . Semoga dibawah kepemimpinan baru, berbagai kendala tersebut dapat diselesaikan dengan memastikan semua aspek terpenuhi,” pungkas Telisa.

Dilansir dari keterangan resmi, PGE memperkuat kepemimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (20/1/2026). Selain menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, PGE juga menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi, posisi yang sebelumnya dijabat Ahmad Yani.

Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dan pengalaman mendalam di industri panas bumi. Selama menjabat, Ahmad Yani berkontribusi signifikan dalam menjaga keandalan operasi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Obligasi Global Danantara...
Obligasi Global Danantara Laris Manis, Momentum Emas untuk Buy Indonesia
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Rekomendasi
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Berita Terkini
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved