Sepanjang 2025, PIS Angkut BBM dan LPG hingga 170 Miliar Liter
Minggu, 25 Januari 2026 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Surya, capaian berkelanjutan ini semakin mengukuhkan posisi PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional yang menjaga kelancaran pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung operasional tersebut, PIS terus memperkuat armada dengan total 110 kapal milik hingga akhir 2025. Armada tersebut beroperasi selama 24 jam penuh, tujuh hari dalam sepekan, serta didukung oleh 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) guna memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Baca Juga: Jelajahi Eropa, PIS Bidik Kapitalisasi Pasar Rp113 T di 2034
Selain penguatan armada, kata Surya, PIS juga menjalankan sejumlah program strategis, di antaranya perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional dengan tiga kantor strategis yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, serta diversifikasi jenis kargo.
Dalam aspek keselamatan, hingga 2025 tercatat sebanyak 84 kapal milik PIS telah memenuhi standar Ship Inspection Report Programme (SIRE), yaitu standar inspeksi kapal tanker internasional yang memastikan keselamatan dan keandalan operasional.
“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen PIS untuk terus memperkuat keandalan operasional dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing armada Indonesia di kancah global,” tutup Surya.
Untuk mendukung operasional tersebut, PIS terus memperkuat armada dengan total 110 kapal milik hingga akhir 2025. Armada tersebut beroperasi selama 24 jam penuh, tujuh hari dalam sepekan, serta didukung oleh 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) guna memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Baca Juga: Jelajahi Eropa, PIS Bidik Kapitalisasi Pasar Rp113 T di 2034
Selain penguatan armada, kata Surya, PIS juga menjalankan sejumlah program strategis, di antaranya perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional dengan tiga kantor strategis yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, serta diversifikasi jenis kargo.
Dalam aspek keselamatan, hingga 2025 tercatat sebanyak 84 kapal milik PIS telah memenuhi standar Ship Inspection Report Programme (SIRE), yaitu standar inspeksi kapal tanker internasional yang memastikan keselamatan dan keandalan operasional.
“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen PIS untuk terus memperkuat keandalan operasional dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing armada Indonesia di kancah global,” tutup Surya.
(akr)
Lihat Juga :