Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
Senin, 26 Januari 2026 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Adapun 11 talenta muda yang bertemu dengan Deddy datang dari berbagai industri kreatif. Mereka merupakan para founder muda yang tengan membangun bisnis kreatifnya di bawah bimbingan FCU.
Ke-11 talenta muda tersebut adalah sebagai berikut: Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven & Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), dan Wiliam & Nabeel (Ngiklan). Lalu ada juga Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB), Wulan Susanti & Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok) dan Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” kata Deddy.
Pesan Deddy tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tetapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Teknik inilah yang kemudian melahirkan dampak nyata di lapangan.
Salah satu contohnya dapat dilihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin oleh Ben Edgar, talenta muda berusia 18 tahun. Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Adsventure berhasil mencatatkan omzet miliaran rupiah dan memperluas portofolio klien dari sektor F&B ke korporasi besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.
Ke-11 talenta muda tersebut adalah sebagai berikut: Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven & Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), dan Wiliam & Nabeel (Ngiklan). Lalu ada juga Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB), Wulan Susanti & Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok) dan Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” kata Deddy.
Pesan Deddy tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tetapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Teknik inilah yang kemudian melahirkan dampak nyata di lapangan.
Salah satu contohnya dapat dilihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin oleh Ben Edgar, talenta muda berusia 18 tahun. Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Adsventure berhasil mencatatkan omzet miliaran rupiah dan memperluas portofolio klien dari sektor F&B ke korporasi besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.
(akr)
Lihat Juga :