Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
Senin, 26 Januari 2026 - 17:17 WIB
loading...
Mengawali tahun 2026, Deddy Corbuzier bersama Flux Creative Universe (FCU) memantapkan langkah untuk perkuat investasi di industri kreatif lewat anak muda. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Mengawali tahun 2026, Deddy Corbuzier bersama Flux Creative Universe (FCU) memantapkan langkah untuk perkuat investasi di industri kreatif lewat anak muda. Untuk pertama kalinya, Deddy Corbuzier bertemu langsung dengan para partner muda yang baru bergabung di bawah ekosistem Flux Creative Universe.
Talenta muda semakin menjadi tumpuan investasi industri kreatif nasional sejalan dengan terus menguatnya perekonomian digital RI. Hal tersebut salah satunya terlihat dari langkah Flux Creative Universe (FCU) dalam memperluas investasi ke bisnis kreatif berbasis anak muda.
Dukungan tersebut ditandai dengan pertemuan perdana Deddy dan 11 talenta muda kreatif yang telah masuk ke dalam ekosistem FCU. Dalam pertemuan tersebut, Deddy selaku investor utama FCU membawa bisnis kreatif mereka naik ke level selanjutnya.
Baca Juga: Flux Creative Universe Sukses Garap Closing Night Bersama Deddy Corbuzier di Puncak Ideafest 2023
“Semua orang punya peluang yang sama, semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pinter-pinteran aja, adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pinter, lebih kreatif, dan karakternya lebih kuat, pasti dia akan di atas,” ujar Deddy dikutip Minggu (25/1/2026).
![Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif]()
Dengan ekosistem bisnis yang solid, Flux Creative Universe menawarkan layanan end-to-end mulai dari digital campaign, UGC viral project, homeless media dengan jutaan follower, video commercial, drama TikTok, KOL service, digital ads, hingga TV placement.
Investasi pada talenta muda menjadi bukti nyata komitmen Flux Creative Universe dalam membangun industri kreatif Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global. Dengan semangat ini, Flux Creative Universe membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bersama berbagai brand untuk menciptakan karya yang berdampak nyata.
Sepanjang 2025, sekitar 70-75% belanja iklan diproyeksikan beralih ke platform digital seiring pesatnya perkembangan media sosial. Hal ini diperkuat oleh data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatat tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66% pada 2025.
Baca Juga: Saatnya Industri Kreatif Rebut Pasar Global
Perubahan lanskap inilah yang mendorong FCU untuk fokus berinvestasi pada generasi muda, talenta yang paling adaptif terhadap tren, platform, dan dinamika dunia digital.
Dengan dukungan Deddy Corbuzier, FCU kemudian menambah investasinya dengan menghadirkan empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh Gen Z. Keputusan ini berangkat dari temuan menarik bahwa tingginya kebutuhan akan konten viral menjadi faktor penting yang turut mengangkat nama FCU di industri kreatif nasional.
Tidak berhenti di sana, FCU juga melebarkan sayap investasinya ke berbagai bidang, mulai dari homeless media, drama TikTok, teknologi AI, hingga unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga kini, langkah tersebut telah menghasilkan total delapan entitas bisnis kreatif baru.
Kemudian memasuki 2026, FCU menegaskan, perjalanannya kini masih berada pada tahap awal. Berlandaskan keyakinan bahwa industri kreatif hanya dapat berkembang secara berkelanjutan ketika anak muda diberi ruang dan kepercayaan, FCU bersama Deddy Corbuzier berkomitmen untuk terus merangkul, menyatukan, dan menumbuhkan talenta muda dalam satu ekosistem kreatif yang solid.
11 Talenta Muda Bertemu Deddy Corbuzier
Adapun 11 talenta muda yang bertemu dengan Deddy datang dari berbagai industri kreatif. Mereka merupakan para founder muda yang tengan membangun bisnis kreatifnya di bawah bimbingan FCU.
Ke-11 talenta muda tersebut adalah sebagai berikut: Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven & Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), dan Wiliam & Nabeel (Ngiklan). Lalu ada juga Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB), Wulan Susanti & Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok) dan Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” kata Deddy.
Pesan Deddy tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tetapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Teknik inilah yang kemudian melahirkan dampak nyata di lapangan.
Salah satu contohnya dapat dilihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin oleh Ben Edgar, talenta muda berusia 18 tahun. Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Adsventure berhasil mencatatkan omzet miliaran rupiah dan memperluas portofolio klien dari sektor F&B ke korporasi besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.
Talenta muda semakin menjadi tumpuan investasi industri kreatif nasional sejalan dengan terus menguatnya perekonomian digital RI. Hal tersebut salah satunya terlihat dari langkah Flux Creative Universe (FCU) dalam memperluas investasi ke bisnis kreatif berbasis anak muda.
Dukungan tersebut ditandai dengan pertemuan perdana Deddy dan 11 talenta muda kreatif yang telah masuk ke dalam ekosistem FCU. Dalam pertemuan tersebut, Deddy selaku investor utama FCU membawa bisnis kreatif mereka naik ke level selanjutnya.
Baca Juga: Flux Creative Universe Sukses Garap Closing Night Bersama Deddy Corbuzier di Puncak Ideafest 2023
“Semua orang punya peluang yang sama, semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pinter-pinteran aja, adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pinter, lebih kreatif, dan karakternya lebih kuat, pasti dia akan di atas,” ujar Deddy dikutip Minggu (25/1/2026).

Dengan ekosistem bisnis yang solid, Flux Creative Universe menawarkan layanan end-to-end mulai dari digital campaign, UGC viral project, homeless media dengan jutaan follower, video commercial, drama TikTok, KOL service, digital ads, hingga TV placement.
Investasi pada talenta muda menjadi bukti nyata komitmen Flux Creative Universe dalam membangun industri kreatif Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global. Dengan semangat ini, Flux Creative Universe membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bersama berbagai brand untuk menciptakan karya yang berdampak nyata.
Sepanjang 2025, sekitar 70-75% belanja iklan diproyeksikan beralih ke platform digital seiring pesatnya perkembangan media sosial. Hal ini diperkuat oleh data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatat tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66% pada 2025.
Baca Juga: Saatnya Industri Kreatif Rebut Pasar Global
Perubahan lanskap inilah yang mendorong FCU untuk fokus berinvestasi pada generasi muda, talenta yang paling adaptif terhadap tren, platform, dan dinamika dunia digital.
Dengan dukungan Deddy Corbuzier, FCU kemudian menambah investasinya dengan menghadirkan empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh Gen Z. Keputusan ini berangkat dari temuan menarik bahwa tingginya kebutuhan akan konten viral menjadi faktor penting yang turut mengangkat nama FCU di industri kreatif nasional.
Tidak berhenti di sana, FCU juga melebarkan sayap investasinya ke berbagai bidang, mulai dari homeless media, drama TikTok, teknologi AI, hingga unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga kini, langkah tersebut telah menghasilkan total delapan entitas bisnis kreatif baru.
Kemudian memasuki 2026, FCU menegaskan, perjalanannya kini masih berada pada tahap awal. Berlandaskan keyakinan bahwa industri kreatif hanya dapat berkembang secara berkelanjutan ketika anak muda diberi ruang dan kepercayaan, FCU bersama Deddy Corbuzier berkomitmen untuk terus merangkul, menyatukan, dan menumbuhkan talenta muda dalam satu ekosistem kreatif yang solid.
11 Talenta Muda Bertemu Deddy Corbuzier
Adapun 11 talenta muda yang bertemu dengan Deddy datang dari berbagai industri kreatif. Mereka merupakan para founder muda yang tengan membangun bisnis kreatifnya di bawah bimbingan FCU.
Ke-11 talenta muda tersebut adalah sebagai berikut: Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven & Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), dan Wiliam & Nabeel (Ngiklan). Lalu ada juga Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB), Wulan Susanti & Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok) dan Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
“Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” kata Deddy.
Pesan Deddy tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tetapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Teknik inilah yang kemudian melahirkan dampak nyata di lapangan.
Salah satu contohnya dapat dilihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin oleh Ben Edgar, talenta muda berusia 18 tahun. Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Adsventure berhasil mencatatkan omzet miliaran rupiah dan memperluas portofolio klien dari sektor F&B ke korporasi besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.
(akr)
Lihat Juga :