Dominasi Dolar AS Tergerus, Arah Global Bergeser ke BRICS

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Wakil Gubernur RBI T Rabi Sankar menjelaskan keunggulan potensial inisiatif ini. "CBDC tidak menimbulkan banyak risiko yang melekat pada stablecoin. Selain potensi fasilitasi pembayaran ilegal, stablecoin menimbulkan kekhawatiran signifikan terhadap stabilitas moneter dan ketahanan sistemik," ujarnya.



Blok BRICS yang telah diperluas menjadi 10 negara mencakup 37% PDB global dan 46% populasi dunia telah meluncurkan BRICS Pay. Sistem pembayaran alternatif yang sedang dalam uji coba lanjutan ini diproyeksikan menjadi penantang serius bagi jaringan SWIFT yang selama ini didominasi Barat.

Meski mendapatkan ancaman tarif 100% dari Presiden AS Donald Trump, BRICS menyangkal ingin menggantikan dolar. Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menegaskan, "Dolar sebagai mata uang cadangan merupakan sumber stabilitas ekonomi global. Yang dibutuhkan dunia adalah lebih banyak stabilitas, bukan sebaliknya."

Carney mendesak negara-negara kekuatan menengah untuk mencari "jalur ketiga" yang mandiri, menolak ketergantungan pada hegemoni mana pun. Di bawah kepemimpinannya, Kanada telah menandatangani 12 kesepakatan strategis di empat benua dalam enam bulan, termasuk kemitraan dengan China dan Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved