Dolar AS Terbebani Senjata Ekonomi Trump, Rupiah Membaik di Rp16.722/USD
Rabu, 28 Januari 2026 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi geopolitik, Ketegangan AS-Iran muncul kembali setelah laporan bahwa kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln dan kapal perang yang menyertainya telah tiba di Timur Tengah, memicu kekhawatiran tentang kemungkinan peningkatan ketegangan dengan Iran. Pejabat Iran telah memperingatkan akan adanya pembalasan jika AS mengambil tindakan militer.
Baca Juga: Rupiah Balik Pukul Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.782
Fokus pasar hari ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB. Pasar sepenuhnya telah memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 3,50-3,75 persen pada pertemuannya bulan Januari ini.
Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Ketua Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB untuk panduan baru tentang jalur kebijakan moneter, dengan para pedagang saat ini memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun ini.
Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan, empat program stimulus tahun 2025 akan dilanjutkan pada tahun 2026, yang meliputi PPh Final 0,5% bagi UMKM hingga tahun 2029, PPh 21 DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk pekerja sektor pariwisata, PPh 21 DTP untuk pekerja industri padat karya dan Diskon iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Di tengah tekanan harga komoditas dan gejolak global, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan (shock absorber). Sepanjang tahun 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3% dari APBN), sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun (91,7% dari APBN).
Baca Juga: Rupiah Balik Pukul Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.782
Fokus pasar hari ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB. Pasar sepenuhnya telah memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 3,50-3,75 persen pada pertemuannya bulan Januari ini.
Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Ketua Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB untuk panduan baru tentang jalur kebijakan moneter, dengan para pedagang saat ini memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun ini.
Dari sentimen domestik, pasar merespon positif terhadap kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan, empat program stimulus tahun 2025 akan dilanjutkan pada tahun 2026, yang meliputi PPh Final 0,5% bagi UMKM hingga tahun 2029, PPh 21 DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk pekerja sektor pariwisata, PPh 21 DTP untuk pekerja industri padat karya dan Diskon iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Di tengah tekanan harga komoditas dan gejolak global, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjalankan peran strategis sebagai peredam guncangan (shock absorber). Sepanjang tahun 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3% dari APBN), sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun (91,7% dari APBN).
Lihat Juga :