Kumo Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Asia Pasifik

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:55 WIB
loading...
Kumo Dorong Digitalisasi...
Pendiri Kumo, Kevin Nair. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Sektor layanan kesehatan di kawasan Asia Pasifik (APAC) kian mempercepat transformasi digital seiring meningkatnya tuntutan regulasi, keamanan data, dan efisiensi operasional, termasuk kewajiban penerapan rekam medis elektronik terintegrasi di berbagai negara. Pendiri Kumo, Kevin Nair, mengatakan sejak awal perusahaannya berfokus tumbuh bersama pelanggan dengan mengembangkan teknologi yang benar-benar menjawab kebutuhan klinik.

"Tidak ada yang berubah sejak awal. Kumo akan terus berkembang dengan pendekatan yang berpusat pada pelanggan. Kami bekerja erat dengan klien sebagai mitra agar platform ini selalu relevan dan berada di garda terdepan teknologi klinik," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Inovasi Digital Jadi Standar Kesehatan Hewan Peliharaan

Kumo merupakan platform Software as a Service (SaaS) yang telah berkiprah selama satu dekade dan kini berkembang menjadi solusi bisnis kesehatan terpadu. Platform ini telah digunakan oleh lebih dari 2.500 klinik dengan sekitar 25.000 pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand.

Melalui empat merek khusus, yakni Aoikumo, kumoDent, kumoVet, dan kumoDoc, Kumo melayani beragam segmen layanan kesehatan, mulai dari klinik kecantikan, klinik gigi, klinik hewan dan pusat grooming, hingga praktik dokter umum. Perkembangan tersebut turut mengantarkan Kumo meraih penghargaan MD Asia Pacific ICT Awards 2024 serta dipercaya sebagai Supporting Partner dalam inisiatif “100 Go Digital” pada 2023 dan 2024. Platform ini juga diadopsi sejumlah institusi pendidikan, seperti MAHSA University dan Penang International Dental College, sebagai sarana pengenalan teknologi kesehatan digital.



Kumo hadir menjawab tantangan kompleksitas regulasi, perlindungan data, serta kewajiban rekam medis elektronik yang kerap membebani operasional klinik. Seluruh kebutuhan klinik, mulai dari pendaftaran pasien, pembayaran, hingga pelaporan ke sistem pemerintah seperti SATUSEHAT di Indonesia, terintegrasi dalam satu platform.
Selain itu, Kumo terhubung dengan berbagai layanan pihak ketiga, seperti WhatsApp, Google, LINE, dan Stripe, serta mendukung pengelolaan klaim pihak ketiga dan sistem pembayaran terintegrasi. Platform ini juga menyediakan aplikasi khusus bagi dokter, pasien, dan perawat untuk memudahkan koordinasi layanan sepanjang perjalanan pasien.

Baca Juga: Permudah Layanan Kesehatan bagi Masyarakat di Daerah, Astra Serahkan 35 Unit Ambulans

Kumo telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi serta terintegrasi dengan SNOMED CT guna memastikan interoperabilitas data klinis. Dengan dukungan kecerdasan buatan, Kumo menargetkan terciptanya ekosistem layanan kesehatan yang lebih terhubung, efisien, dan berfokus pada kualitas perawatan pasien di kawasan Asia Pasifik.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Bea Cukai Luncurkan...
Bea Cukai Luncurkan Inisiatif Jaminan Nontunai Elektronik: Wujud Transformasi Digital dan Efisiensi Kepabeanan
Tantangan Digital, Anthony...
Tantangan Digital, Anthony Leong Dianggap Figur Ideal Pimpin Hipmi
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
Rekomendasi
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved