Purbaya Beri Bocoran Pelantikan Wamenkeu Baru Dilakukan Februari
Rabu, 28 Januari 2026 - 20:54 WIB
loading...
Menkeu Purbaya menyebut pelantikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru pengganti Thomas Djiwandono diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2026. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pelantikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru pengganti Thomas Djiwandono diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2026. Informasi ini didapatkan Purbayayang diperoleh dari sumber internal.
"Saya dengar Februari lah," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Namun, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pelantikan tersebut, apakah akan dilakukan pada awal atau akhir Februari. Ia meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada pihak Istana. Baca Juga: Purbaya Sebut Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono
"Enggak tahu. Tanya dalam aja yang mau tahu bocorannya," ujar Purbaya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa keputusan terkait pelantikan wamenkeu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kajian terlebih dahulu serta meminta pertimbangan dari Menkeu Purbaya sebelum menentukan sosok wamenkeu yang baru.
Istana juga merespons isu terkait peluang mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung yang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat. Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dinamika pencalonan wamenkeu masih terus berkembang. Ia menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan presiden.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya, saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan bapak presiden," kata Purbaya.
Baca Juga: Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?
Purbaya mengungkapkan bahwa sejauh informasi yang ia terima, kandidat pengganti Thomas di posisi wamenkeu saat ini hanya satu orang. "Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah," ungkapnya.
Purbaya juga membenarkan telah bertemu dengan Juda Agung sekitar satu pekan lalu di Kantor Kementerian Keuangan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai berbagai isu ekonomi.
"Diskusi sama si dia begini, begini, begini. Ya udah bagus saya bilang. Menyamakan pandangan ekonomi fiskal seperti apa, moneter seperti apa," terang Purbaya.
Saat ditanya apakah pertemuan tersebut merupakan bentuk permohonan restu dari Juda terkait peluangnya menjadi wamenkeu, Purbaya mengaku tidak mengetahuinya dan menanggapinya dengan nada berseloroh.
"Enggak tahu, ngajak ketemu aja. Itu saya kan di kantor, saya pikir dia ngajak makan di luar supaya saya bisa dapat makan enak gratis," kata Purbaya sembari berkelakar.
"Saya dengar Februari lah," kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Namun, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti waktu pelantikan tersebut, apakah akan dilakukan pada awal atau akhir Februari. Ia meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada pihak Istana. Baca Juga: Purbaya Sebut Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono
"Enggak tahu. Tanya dalam aja yang mau tahu bocorannya," ujar Purbaya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa keputusan terkait pelantikan wamenkeu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kajian terlebih dahulu serta meminta pertimbangan dari Menkeu Purbaya sebelum menentukan sosok wamenkeu yang baru.
Istana juga merespons isu terkait peluang mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung yang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat. Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dinamika pencalonan wamenkeu masih terus berkembang. Ia menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan presiden.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya, saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan bapak presiden," kata Purbaya.
Baca Juga: Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?
Purbaya mengungkapkan bahwa sejauh informasi yang ia terima, kandidat pengganti Thomas di posisi wamenkeu saat ini hanya satu orang. "Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah," ungkapnya.
Purbaya juga membenarkan telah bertemu dengan Juda Agung sekitar satu pekan lalu di Kantor Kementerian Keuangan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai berbagai isu ekonomi.
"Diskusi sama si dia begini, begini, begini. Ya udah bagus saya bilang. Menyamakan pandangan ekonomi fiskal seperti apa, moneter seperti apa," terang Purbaya.
Saat ditanya apakah pertemuan tersebut merupakan bentuk permohonan restu dari Juda terkait peluangnya menjadi wamenkeu, Purbaya mengaku tidak mengetahuinya dan menanggapinya dengan nada berseloroh.
"Enggak tahu, ngajak ketemu aja. Itu saya kan di kantor, saya pikir dia ngajak makan di luar supaya saya bisa dapat makan enak gratis," kata Purbaya sembari berkelakar.
(akr)
Lihat Juga :