IMF Panik, Dolar AS Terancam Kolaps

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:53 WIB
loading...
IMF Panik, Dolar AS...
Pemilik kantor penukaran mata uang menghitung dolar AS di pusat kota Tehran, Iran, pada 26 Desember 2016. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap stabilitas dolar Amerika Serikat (AS) di tengah menguatnya dorongan global untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tersebut. Tekanan datang dari pelemahan nilai dolar, pergeseran cadangan devisa global, hingga langkah negara-negara BRICS yang memperkuat sistem pembayaran alternatif.

"Di IMF, salah satu kemampuan yang sedang kami bangun adalah menyajikan secara hipotetis skenario peristiwa yang tak terbayangkan, lalu mencari tahu apa yang harus dilakukan," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam sebuah acara di Brussel yang diselenggarakan lembaga pemikir Bruegel, dikutip RBC Ukraine, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Dominasi Dolar AS Tergerus, Arah Global Bergeser ke BRICS

Berdasarkan laporan Reuters, pangsa dolar dalam cadangan devisa global terus menyusut, dari 72% pada 2001 menjadi di bawah 57% saat ini menurut data IMF. Sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, dolar juga tercatat melemah lebih dari 9% terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, dengan depresiasi terhadap euro mendekati 12%.



Kegelisahan investor terhadap prospek dolar turut mendorong lonjakan aset lindung nilai. Harga emas batangan dilaporkan menembus rekor tertinggi di atas 5.100 dolar AS per troy ounce. "Alih-alih berbondong-bondong ke USD, para pedagang beralih ke emas," tulis analis Macquarie Thierry Wizman.

Sinyal ketegangan juga datang dari otoritas moneter AS. Federal Reserve Bank of New York dilaporkan melakukan pengecekan suku bunga yang tidak lazim dengan bank-bank besar terkait posisi dolar-yen, langkah yang kerap dipandang sebagai pendahulu potensi intervensi pasar. Jika terjadi, ini akan menjadi intervensi mata uang terkoordinasi AS–Jepang pertama pada abad ini.

Infrastruktur BRICS Menguat

Di sisi lain, negara-negara BRICS secara bertahap memperkuat arsitektur keuangan untuk mengurangi dominasi dolar. Pada November 2025, Standard Bank—bank terbesar di Afrika berdasarkan aset menjadi institusi Afrika pertama yang terhubung langsung dengan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) milik China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved