CropLife Indonesia Perkenalkan SPMF untuk Pertanian Berkelanjutan

Jum'at, 30 Januari 2026 - 22:20 WIB
loading...
CropLife Indonesia Perkenalkan...
CropLife Indonesia menegaskan komitmennya mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - CropLife Indonesia menegaskan komitmennya mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional melalui pemaparan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) sebagai kerangka pengelolaan pestisida berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini melibatkan para pemangku kepentingan utama pemerintah untuk memperkuat sistem pertanian yang aman, produktif, dan berdaya saing.

"Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memajukan pertanian berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani," kata Chairman CropLife Indonesia Kukuh Ambar Waluyo dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi

CropLife Indonesia, asosiasi nirlaba yang berafiliasi dengan CropLife International dan CropLife Asia, memperkenalkan SPMF sebagai kerangka kerja kolaboratif dan sistematis bagi pembuat kebijakan serta pemangku kepentingan. Kerangka ini bertujuan memperkuat kapasitas nasional dalam merancang kebijakan pengelolaan produk perlindungan tanaman yang melindungi kesehatan manusia dan lingkungan sekaligus mengoptimalkan produktivitas pertanian.

Menurut Kukuh, sektor pertanian Indonesia saat ini menghadapi tantangan kompleks mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik global, hingga keterbatasan sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, SPMF diharapkan menjadi solusi sistematis untuk memastikan sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, dan produk perlindungan tanaman dikelola secara aman dan bertanggung jawab.

Sebagai kerangka kolaboratif, SPMF berfokus pada tiga pilar utama yang akan diimplementasikan selama lima tahun ke depan, salah satunya adopsi teknologi berbasis risiko yang mengacu pada UN International Code of Conduct. Pilar ini menekankan mitigasi risiko penggunaan produk perlindungan tanaman guna menjaga keseimbangan ekosistem.

Salah satu dampak penting dari penerapan SPMF adalah harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (BMR/MRL). Harmonisasi ini dinilai krusial untuk memastikan produk pangan Indonesia memenuhi standar keamanan dan mutu, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar ekspor internasional.

Baca Juga: Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Leli Nurhayati mengatakan SPMF berpotensi mendukung pembangunan sistem pangan berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan pestisida ramah lingkungan. "Program ini tentunya sangat mendukung bagi pembangunan sosembaga pangan yang berkelanjutan, utamanya adalah pemanfaatan pestisida yang ramah lingkungan," ujarnya.

Ia menambahkan, kerangka SPMF juga membuka peluang pemanfaatan teknologi pertanian, termasuk penggunaan drone dengan standar operasional yang tepat, guna memperkuat aspek keamanan, kesehatan konsumen, dan keberlanjutan hasil produksi pertanian nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Ekonom UI: Program MBG...
Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved