Danantara Ingin Ikut Megang Saham BEI, Ekonom: Tak Boleh, Besarnya Konflik Kepentingan
Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
"Akan ada kolusi di mana orang pemerintah atau circle presiden masuk sebagai direksi bursa," tambahnya.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyatakan rencana pengambilan saham Bursa Efek ini dalam rangka memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperdalam pasar modal.
Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Diguncang Krisis Kredibilitas, Bos OJK dan BEI Mundur Jamaah
Ia menyebut penguatan peran pemerintah di pasar modal memiliki relevansi strategis, mengingat peran signifikan BUMN dalam struktur pasar modal. Sebab hampir 30% kapitalisasi pasar saham di Indonesia berasal dari perusahaan BUMN.
"Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara, dimana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa," kata Rosan di Jakarta (30/1).
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan pasar modal Indonesia. "Langkah ini dipandang sangat positif untuk memperdalam pasar, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Bursa Efek Indonesia ke depan," pungkasnya.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyatakan rencana pengambilan saham Bursa Efek ini dalam rangka memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperdalam pasar modal.
Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Diguncang Krisis Kredibilitas, Bos OJK dan BEI Mundur Jamaah
Ia menyebut penguatan peran pemerintah di pasar modal memiliki relevansi strategis, mengingat peran signifikan BUMN dalam struktur pasar modal. Sebab hampir 30% kapitalisasi pasar saham di Indonesia berasal dari perusahaan BUMN.
"Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara, dimana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa," kata Rosan di Jakarta (30/1).
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan pasar modal Indonesia. "Langkah ini dipandang sangat positif untuk memperdalam pasar, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Bursa Efek Indonesia ke depan," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :