Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Senin, 02 Februari 2026 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Di Asia, Perdana menteri Jepang Takaichi membicarakan manfaat mata uang yang lebih lemah selama pidato kampanye baru-baru ini, yang agak kontras dengan sinyal dari pemerintahannya yang memperingatkan terhadap pelemahan mata uang yang berkepanjangan.
Takaichi mengatakan yen yang lebih lemah menguntungkan eksportir, meskipun ia kemudian terlihat melunakkan pendiriannya. Sejumlah pejabat Jepang, termasuk Takaichi sendiri, telah memperingatkan pasar terhadap pergerakan yen yang berlebihan, memicu kekhawatiran bahwa intervensi pemerintah akan segera terjadi.
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus secara kumulatif pada Januari - Desember 2025 sebesar USD41,05 miliar. Surplus ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2024, sebesar USD31,04 miliar.
Surplus ini dipicu oleh angka ekspor sepanjang Januari - Desember yang mencapai USD282,21 miliar, lebih tinggi dari impor kumulatif pada periode yang sama USD241,86 miliar. Sedangkan surplus sepanjang Januari-Desember 2025 ditopang oleh surplus nonmigas USD60,75 miliar. Sementara itu, neraca migas mengalami defisit USD19,70 miliar.
Kemudian, BPS juga melaporkan laju inflasi tahun ke tahun (yoy) pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,55 persen. Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.
Takaichi mengatakan yen yang lebih lemah menguntungkan eksportir, meskipun ia kemudian terlihat melunakkan pendiriannya. Sejumlah pejabat Jepang, termasuk Takaichi sendiri, telah memperingatkan pasar terhadap pergerakan yen yang berlebihan, memicu kekhawatiran bahwa intervensi pemerintah akan segera terjadi.
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus secara kumulatif pada Januari - Desember 2025 sebesar USD41,05 miliar. Surplus ini lebih besar dibandingkan dengan tahun 2024, sebesar USD31,04 miliar.
Surplus ini dipicu oleh angka ekspor sepanjang Januari - Desember yang mencapai USD282,21 miliar, lebih tinggi dari impor kumulatif pada periode yang sama USD241,86 miliar. Sedangkan surplus sepanjang Januari-Desember 2025 ditopang oleh surplus nonmigas USD60,75 miliar. Sementara itu, neraca migas mengalami defisit USD19,70 miliar.
Kemudian, BPS juga melaporkan laju inflasi tahun ke tahun (yoy) pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,55 persen. Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.
Lihat Juga :