Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Senin, 02 Februari 2026 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Harga Cabai Merah Turun, Indonesia Deflasi 0,15% di Januari 2026
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi, yakni mencapai 11,93 persen dan memberi andil 1,72 persen. Komoditas yang paling memberi andil terbesar ialah tarif listrik. Kemudian, pada kelompok lainnya ialah emas dan perhiasan.
Sedangkan, alasan data inflasi tahunan dan bulanan pada Januari 2026 berbanding terbalik. Seperti diketahui, data tahunan tercatat Januari mengalami inflasi mencapai 3,55 persen, sementara secara bulanan malah mengalami deflasi 0,15 persen.
Inflasi tinggi pada Januari 2026 secara yoy dipengaruhi dampak basis angka yang rendah pada periode yang sama tahun sebelumnya atau low base affect. Pada Januari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan tarif listrik yang menekan IHK 2025. Hal ini pada akhirnya juga mendorong penurunan inflasi pada masa itu.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.790 - Rp16.830 per dolar AS.
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tinggi, yakni mencapai 11,93 persen dan memberi andil 1,72 persen. Komoditas yang paling memberi andil terbesar ialah tarif listrik. Kemudian, pada kelompok lainnya ialah emas dan perhiasan.
Sedangkan, alasan data inflasi tahunan dan bulanan pada Januari 2026 berbanding terbalik. Seperti diketahui, data tahunan tercatat Januari mengalami inflasi mencapai 3,55 persen, sementara secara bulanan malah mengalami deflasi 0,15 persen.
Inflasi tinggi pada Januari 2026 secara yoy dipengaruhi dampak basis angka yang rendah pada periode yang sama tahun sebelumnya atau low base affect. Pada Januari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan tarif listrik yang menekan IHK 2025. Hal ini pada akhirnya juga mendorong penurunan inflasi pada masa itu.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.790 - Rp16.830 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :