Purbaya: Ekonomi Indonesia Solid, Lebih Unggul dari Banyak Negara
Rabu, 04 Februari 2026 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Purbaya menilai kondisi global mulai menunjukkan perbaikan, terutama dari arah kebijakan suku bunga yang cenderung lebih akomodatif, sehingga membuka ruang bagi ekspansi aktivitas ekonomi dunia.
Baca Juga: Purbaya soal KPK OTT Pegawai Pajak di Banjarmasin: Pintu Masuk Pembenahan Sistem
Meski demikian, ia mengingatkan ruang akselerasi pertumbuhan global pada 2026 masih terbatas akibat berbagai risiko, mulai dari dinamika geopolitik, persaingan sumber daya strategis, perbedaan kebijakan moneter, keterbatasan fiskal, hingga risiko perubahan iklim dan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Ia juga mengungkapkan sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global yang moderat. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global naik tipis dari 2,3% pada 2025 menjadi 2,4% pada 2026, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan global dari 3,2% menjadi 3,1%.
"Proyeksi Fed Fund Rate dalam tren penurunan ke 3,5% pada 2026 dan 3,0% dalam jangka panjang. Potensi aliran likuiditas modal ke emerging market akan meningkat, namun volatilitas jangka pendek harus terus diantisipasi," ungkap Purbaya.
Baca Juga: Purbaya soal KPK OTT Pegawai Pajak di Banjarmasin: Pintu Masuk Pembenahan Sistem
Meski demikian, ia mengingatkan ruang akselerasi pertumbuhan global pada 2026 masih terbatas akibat berbagai risiko, mulai dari dinamika geopolitik, persaingan sumber daya strategis, perbedaan kebijakan moneter, keterbatasan fiskal, hingga risiko perubahan iklim dan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Ia juga mengungkapkan sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global yang moderat. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global naik tipis dari 2,3% pada 2025 menjadi 2,4% pada 2026, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan global dari 3,2% menjadi 3,1%.
"Proyeksi Fed Fund Rate dalam tren penurunan ke 3,5% pada 2026 dan 3,0% dalam jangka panjang. Potensi aliran likuiditas modal ke emerging market akan meningkat, namun volatilitas jangka pendek harus terus diantisipasi," ungkap Purbaya.
(nng)
Lihat Juga :