Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid Sepanjang Tahun 2025, BPS Beberkan 3 Indikatornya
Kamis, 05 Februari 2026 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Amalia.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,07% pada triwulan-IV 2025 (y-on-y) seiring meningkatnya produksi domestik. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan barang-barang domestik khususnya produk pertanian dan industri pengolahan.
Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 8,09 persen pada triwulan-IV (y-on-y), didorong oleh meningkatnya lalu lintas data dan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.
Sementara itu sektor pertanian tumbuh 5,14% didorong oleh meningkatnya permintaan domestik.
Sepanjang tahun 2025, BPS mencatat bahwa seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada tahun 2025 (c-to-c), kecuali sektor pertambangan.
Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi secara umum melanjutkan tren pertumbuhan positif.
Permintaan domestik dan luar negeri mampu mendorong sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,30% pada tahun 2025 (c-to-c). Kinerja sektor ini terutama ditopang oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional.
Selanjutnya, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor motor tumbuh sebesar 5,49% tahun 2025 (c-to-c) didorong oleh peningkatan produksi domestik dan impor.
Sektor pertanian tumbuh impresif sebesar 5,33% pada tahun 2025 (c-to-c), didorong peningkatan produksi domestik seperti tanaman pangan dan peternakan. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 8,35 persen, tertinggi dalam 5 tahun terakhir, seiring tingginya penetrasi internet dan meningkatnya traffic data untuk memenuhi keperluan masyarakat dan bisnis.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif pada tahun 2025 (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor sebesar 7,03%, seiring meningkatnya ekspor barang nonmigas dan ekspor jasa. Konsumsi rumah tangga terus tumbuh hingga 4,98% seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, PMTB tumbuh hingga 5,09%, tertinggi sejak tahun 2019 atau pasca pandemi, didorong oleh meningkatnya impor barang modal.
Secara spasial, ekonomi tumbuh positif di seluruh wilayah pada tahun 2025. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,30 persen dan Sulawesi 6,23 persen, keduanya di atas rata-rata nasional. Sementara itu, wilayah Maluku dan Papua tetap tumbuh positif sebesar 1,44 persen, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2024.
“Tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 adalah 4,74 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang, terdapat 7,35 juta diantaranya yang masih menganggur. Jumlah pengangguran secara absolut turun 0,109 juta orang pada periode Agustus-November 2025” jelas Amalia.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,07% pada triwulan-IV 2025 (y-on-y) seiring meningkatnya produksi domestik. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan barang-barang domestik khususnya produk pertanian dan industri pengolahan.
Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 8,09 persen pada triwulan-IV (y-on-y), didorong oleh meningkatnya lalu lintas data dan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.
Sementara itu sektor pertanian tumbuh 5,14% didorong oleh meningkatnya permintaan domestik.
Sepanjang tahun 2025, BPS mencatat bahwa seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada tahun 2025 (c-to-c), kecuali sektor pertambangan.
Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi secara umum melanjutkan tren pertumbuhan positif.
Permintaan domestik dan luar negeri mampu mendorong sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,30% pada tahun 2025 (c-to-c). Kinerja sektor ini terutama ditopang oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional.
Selanjutnya, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor motor tumbuh sebesar 5,49% tahun 2025 (c-to-c) didorong oleh peningkatan produksi domestik dan impor.
Sektor pertanian tumbuh impresif sebesar 5,33% pada tahun 2025 (c-to-c), didorong peningkatan produksi domestik seperti tanaman pangan dan peternakan. Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan sebesar 8,35 persen, tertinggi dalam 5 tahun terakhir, seiring tingginya penetrasi internet dan meningkatnya traffic data untuk memenuhi keperluan masyarakat dan bisnis.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif pada tahun 2025 (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor sebesar 7,03%, seiring meningkatnya ekspor barang nonmigas dan ekspor jasa. Konsumsi rumah tangga terus tumbuh hingga 4,98% seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, PMTB tumbuh hingga 5,09%, tertinggi sejak tahun 2019 atau pasca pandemi, didorong oleh meningkatnya impor barang modal.
Secara spasial, ekonomi tumbuh positif di seluruh wilayah pada tahun 2025. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,30 persen dan Sulawesi 6,23 persen, keduanya di atas rata-rata nasional. Sementara itu, wilayah Maluku dan Papua tetap tumbuh positif sebesar 1,44 persen, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2024.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurun
Untuk pertama kalinya, BPS merilis kondisi ketenagakerjaan secara triwulanan. Penduduk dengan status bekerja pada November 2025 atau triwulan-III 2025 tercatat sebsar 147,91 juta orang.“Tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 adalah 4,74 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang, terdapat 7,35 juta diantaranya yang masih menganggur. Jumlah pengangguran secara absolut turun 0,109 juta orang pada periode Agustus-November 2025” jelas Amalia.
Lihat Juga :