Garudafood Akselerasi Digitalisasi UMKM Perempuan di Garut
Kamis, 05 Februari 2026 - 17:48 WIB
loading...
Garudafood memperkuat komitmen pemberdayaan pelaku UMKM perempuan melalui workshop peningkatan kapasitas di Kabupaten Garut, Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk memperkuat komitmen pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan melalui workshop peningkatan kapasitas di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Wirausaha Garudafood yang telah berjalan sejak 2017 sebagai upaya menciptakan ekosistem usaha perempuan yang berkelanjutan.
"Pemberdayaan UMKM binaan agar adaptif dan kompetitif menjadi prioritas kami. Bersama tenaga ahli mitra Garudafood, selama ini kami memberikan pendampingan intensif, pelatihan kewirausahaan, akses pasar, hingga permodalan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem UMKM perempuan yang tangguh,” ujar Dian Astriana dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: SNS Perkuat Distribusi Garudafood Lewat Inovasi dan Kemitraan
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli dan diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari narasumber ahli dan praktisi bisnis, serta kesempatan membangun jejaring usaha dan memperoleh apresiasi bagi pelaku usaha berprestasi.
Dian menilai pemberdayaan UMKM perempuan penting mengingat data United Nations Women menunjukkan satu dari tiga perempuan di dunia merupakan pelaku usaha mikro. Di Indonesia, sekitar 64,5 persen UMKM dimiliki dan dikelola perempuan, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pelatihan, literasi digital, dan akses permodalan.
Melalui Kampung Wirausaha Garudafood, perusahaan berupaya memperluas akses sumber daya dan pengembangan kapasitas bagi UMKM ultra mikro, khususnya ibu rumah tangga. Materi pelatihan meliputi keterampilan penjualan, strategi pemasaran, manajemen risiko, literasi keuangan, serta digitalisasi usaha.
Pada 2026, Garudafood juga akan mengakselerasi transformasi digital bagi anggota program melalui dukungan kasir digital bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi, literasi digital, dan daya saing UMKM binaan di era ekonomi digital.
Salah satu peserta, Anisa Hasanah dari Bandung, mengaku merasakan manfaat pendampingan usaha yang diberikan. "Saya yang awalnya ragu bisa berbisnis, kini punya usaha yang berkembang pesat berkat pendampingan intensif dari tim Garudafood. Kini saya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, sekaligus menyalurkan passion berwirausaha."
Baca Juga: Program Kota EMAS 2026 Dimulai di Surakarta, Sandi Uno: Usaha Kecil Naik Kelas
Sejak 2017, program Kampung Wirausaha Garudafood telah menjangkau lebih dari 600 pelaku usaha di berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Bandung, Gresik, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Perusahaan berkomitmen terus memperluas kolaborasi dan pengembangan program pemberdayaan UMKM perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Pemberdayaan UMKM binaan agar adaptif dan kompetitif menjadi prioritas kami. Bersama tenaga ahli mitra Garudafood, selama ini kami memberikan pendampingan intensif, pelatihan kewirausahaan, akses pasar, hingga permodalan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem UMKM perempuan yang tangguh,” ujar Dian Astriana dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: SNS Perkuat Distribusi Garudafood Lewat Inovasi dan Kemitraan
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli dan diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari narasumber ahli dan praktisi bisnis, serta kesempatan membangun jejaring usaha dan memperoleh apresiasi bagi pelaku usaha berprestasi.
Dian menilai pemberdayaan UMKM perempuan penting mengingat data United Nations Women menunjukkan satu dari tiga perempuan di dunia merupakan pelaku usaha mikro. Di Indonesia, sekitar 64,5 persen UMKM dimiliki dan dikelola perempuan, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pelatihan, literasi digital, dan akses permodalan.
Melalui Kampung Wirausaha Garudafood, perusahaan berupaya memperluas akses sumber daya dan pengembangan kapasitas bagi UMKM ultra mikro, khususnya ibu rumah tangga. Materi pelatihan meliputi keterampilan penjualan, strategi pemasaran, manajemen risiko, literasi keuangan, serta digitalisasi usaha.
Pada 2026, Garudafood juga akan mengakselerasi transformasi digital bagi anggota program melalui dukungan kasir digital bekerja sama dengan Daarut Tauhiid Peduli. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi, literasi digital, dan daya saing UMKM binaan di era ekonomi digital.
Salah satu peserta, Anisa Hasanah dari Bandung, mengaku merasakan manfaat pendampingan usaha yang diberikan. "Saya yang awalnya ragu bisa berbisnis, kini punya usaha yang berkembang pesat berkat pendampingan intensif dari tim Garudafood. Kini saya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, sekaligus menyalurkan passion berwirausaha."
Baca Juga: Program Kota EMAS 2026 Dimulai di Surakarta, Sandi Uno: Usaha Kecil Naik Kelas
Sejak 2017, program Kampung Wirausaha Garudafood telah menjangkau lebih dari 600 pelaku usaha di berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Bandung, Gresik, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Perusahaan berkomitmen terus memperluas kolaborasi dan pengembangan program pemberdayaan UMKM perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
(nng)
Lihat Juga :