Kurs Rupiah Hari Ini Melempem ke Rp16.842 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebabnya
Kamis, 05 Februari 2026 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Terlepas dari pembicaraan yang akan datang, ada kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump masih akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran, yang berpotensi menimbulkan konfrontasi yang lebih luas di wilayah kaya minyak tersebut. Selain kemungkinan gangguan produksi Iran jika terjadi konflik, ada kekhawatiran bahwa ekspor dari produsen Teluk lainnya dapat terpengaruh.
Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Selain itu percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China.
Trump mengungkapkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke China pada bulan April dan bahwa mereka membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia/Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS.
Pasar mengantisipasi Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.
Dari sentimen domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dilaporkan sebesar 5,11% secara tahunan (YoY). Sementara sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03% YoY. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Selain itu percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China.
Trump mengungkapkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke China pada bulan April dan bahwa mereka membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia/Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS.
Pasar mengantisipasi Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.
Dari sentimen domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dilaporkan sebesar 5,11% secara tahunan (YoY). Sementara sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03% YoY. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya.
Lihat Juga :