Moody's Sorot Danantara hingga Pangkas Kredit Indonesia jadi Negatif, Ini Kata Pemerintah
Kamis, 05 Februari 2026 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah menyatakan Moody’s telah berdiskusi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, BP BUMN, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Afirmasi peringkat tersebut merupakan tahapan akhir asesmen Moody’s setelah kunjungan ke Jakarta pada 27–29 Januari 2026.
Menurut pemerintah, Moody’s juga menilai ketahanan ekonomi Indonesia tetap menjadi pilar utama profil kredit negara. Beban utang pemerintah dinilai terkendali, inflasi terjaga dalam sasaran, serta kapabilitas institusional dalam mengelola tekanan eksternal, termasuk stabilisasi nilai tukar, diakui sebagai kekuatan utama.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Solid, Lebih Unggul dari Banyak Negara
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga prediktabilitas kebijakan, memperkuat koordinasi antarotoritas, serta memperluas basis penerimaan negara untuk mendukung belanja prioritas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Dengan berbagai upaya transformasi ekonomi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, serta optimalisasi peran investasi melalui Danantara, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Menurut pemerintah, Moody’s juga menilai ketahanan ekonomi Indonesia tetap menjadi pilar utama profil kredit negara. Beban utang pemerintah dinilai terkendali, inflasi terjaga dalam sasaran, serta kapabilitas institusional dalam mengelola tekanan eksternal, termasuk stabilisasi nilai tukar, diakui sebagai kekuatan utama.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi Indonesia Solid, Lebih Unggul dari Banyak Negara
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga prediktabilitas kebijakan, memperkuat koordinasi antarotoritas, serta memperluas basis penerimaan negara untuk mendukung belanja prioritas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Dengan berbagai upaya transformasi ekonomi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, serta optimalisasi peran investasi melalui Danantara, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
(nng)
Lihat Juga :