Gurita Bisnis Moody's dan MSCI, Benarkah Dikendalikan Bankir Dunia?

Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:52 WIB
loading...
Gurita Bisnis Moodys...
Papan tanda terlihat di luar kantor pusat Moodys Corporation di Manhattan, New York, Amerika Serikat. FOTO/Rueters
A A A
JAKARTA - Moody's Corporation dan MSCI Inc. hingga saat ini tetap menjadi kiblat utama bagi investor global dalam menentukan alokasi modal dan penilaian risiko kredit lintas negara. Meskipun kerap diterpa narasi konspirasi mengenai kendali sekelompok bankir struktur kepemilikan kedua perusahaan publik ini justru didominasi perusahaan manajer aset raksasa yang transparan.

Dikutip dari Investing.id, Moody's Corporation (MCO) adalah perusahaan publik dengan pemegang saham mayoritas berupa dana investasi seperti Berkshire Hathaway (13,71-13,83%), Vanguard Group (8,23-8,46%), BlackRock (8,64%), dan TCI Fund Management (7,36%).

Baca Juga: Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif

Data kepemilikan menunjukkan institusi-institusi tersebut menguasai sekitar 94% saham Moody's, sementara sisanya dimiliki investor ritel. Penting untuk dicatat, pemilik utama ini bukanlah bank tradisional, melainkan manajer aset yang mengelola dana pensiun dan investasi milik jutaan individu di seluruh dunia.

Serupa dengan Moody's, MSCI Inc. (MSCI) juga merupakan entitas publik yang sahamnya didominasi oleh Vanguard Group (11,41-12,87%), BlackRock (7.66-7.81%), dan State Street (4,15-4,42%). Struktur ini jamak ditemukan pada perusahaan-perusahaan besar dalam indeks S&P 500, yang membuktikan tidak adanya dominasi tunggal dari kelompok perbankan tertentu.

Pengaruh masif Moody's dan MSCI di kalangan investor muncul karena kapasitas mereka dalam menerbitkan peringkat kredit dan indeks saham yang menjadi tolok ukur investasi global. Rating mereka memang mampu menaikkan atau menurunkan biaya pinjaman sebuah negara atau korporasi, namun kekuatan ini lahir dari kepercayaan pasar dan regulasi, bukan melalui kendali langsung secara sepihak.



Sejarah mencatat lembaga pemeringkat kredit seperti Moody's pernah mengalami tekanan pengaruh dari klien perbankan saat krisis finansial 2008. Namun, saat ini pengawasan ketat dari otoritas publik dan statusnya sebagai perusahaan terbuka membuat ruang gerak untuk manipulasi terselubung menjadi sangat terbatas.

Mengenai peran manajer aset seperti BlackRock yang kerap disebut "mengendalikan segalanya" data tahun 2026 menunjukkan perusahaan ini mengelola aset sekitar USD10-USD11 triliun. Meski skalanya fantastis, dana tersebut bukanlah milik pribadi perusahaan, melainkan milik klien yang dikelola dengan tanggung jawab fidusia.

BlackRock menggunakan platform analisis risiko bernama Aladdin yang memantau aset senilai USD21 triliun untuk memberikan wawasan pasar bagi para penggunanya. Namun, pengaruh yang dimiliki BlackRock lebih banyak disalurkan melalui hak suara saham (voting rights) pada perusahaan portofolio, khususnya dalam isu tata kelola perusahaan (governance).

Kendali ekonomi dunia nyatanya tidaklah mutlak berada di satu tangan karena pasar global tetap dipengaruhi oleh ribuan pemain serta kebijakan moneter bank sentral, seperti The Fed. Klaim bahwa manajer aset memiliki kekuasaan diktatorial sering kali dinilai menyesatkan karena mengabaikan batasan regulasi dan kebijakan stewardship yang berlaku di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Moody's Sorot Danantara hingga Pangkas Kredit Indonesia jadi Negatif, Ini Kata Pemerintah

Secara teknis, Moody's berperan menilai kemampuan penerbit utang untuk membayar kewajiban mereka, mulai dari skala tertinggi Aaa hingga risiko gagal bayar pada level C. Peringkat ini sangat krusial karena banyak investor institusional secara hukum hanya diperbolehkan membeli instrumen yang masuk kategori investment grade.

Di sisi lain, MSCI menciptakan indeks global yang menjadi tolok ukur bagi produk investasi seperti Exchange Traded Funds (ETF) dan reksa dana. Inklusi suatu saham ke dalam indeks MSCI dapat menarik aliran modal besar secara otomatis ke suatu perusahaan atau negara, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar modal global.

Secara keseluruhan, meskipun Moody's dan MSCI memiliki peran sebagai penjaga gawang finansial, narasi mengenai kendali bankir global terhadap keduanya tidak didukung oleh fakta kepemilikan saham yang sah. Pengaruh mereka besar, namun tetap beroperasi dalam koridor hukum korporasi dan pengawasan publik internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved