Luka MSCI Belum Kering, IHSG Sepekan Rontok Dijegal Moody's
Sabtu, 07 Februari 2026 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Aktivitas transaksi harian juga mengalami normalisasi setelah periode sibuk sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 28,62% menjadi 2,72 juta kali transaksi, sementara volume transaksi harian berubah 31,75% menjadi 43,2 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 43,45% menjadi Rp24,75 triliun, meski masih mencerminkan likuiditas yang relatif tinggi di kawasan.
Baca Juga: Gurita Bisnis Moody's dan MSCI, Benarkah Dikendalikan Bankir Dunia?
Tekanan pasar diperkuat oleh sentimen global setelah Moody's pada 5 Februari 2026 menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti menurunnya prediktabilitas kebijakan hingga ketidakjelasan tata kelola investasi Danantara yang berpotensi melemahkan kepercayaan investor terhadap pemerintah.
Mayoritas sektor di BEI bergerak di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer turun 5,11%, industri melemah 4,1%, dan energi terkoreksi 3,22%. Saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama IHSG, sementara saham perbankan BUMN juga tertekan sepanjang pekan.
Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi. Level dukungan terdekat berada di kisaran 7.850–7.900, sementara resistensi terdekat diperkirakan berada pada rentang 8.050–8.120.
Baca Juga: Gurita Bisnis Moody's dan MSCI, Benarkah Dikendalikan Bankir Dunia?
Tekanan pasar diperkuat oleh sentimen global setelah Moody's pada 5 Februari 2026 menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti menurunnya prediktabilitas kebijakan hingga ketidakjelasan tata kelola investasi Danantara yang berpotensi melemahkan kepercayaan investor terhadap pemerintah.
Mayoritas sektor di BEI bergerak di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer turun 5,11%, industri melemah 4,1%, dan energi terkoreksi 3,22%. Saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama IHSG, sementara saham perbankan BUMN juga tertekan sepanjang pekan.
Untuk pekan depan, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi. Level dukungan terdekat berada di kisaran 7.850–7.900, sementara resistensi terdekat diperkirakan berada pada rentang 8.050–8.120.
(nng)
Lihat Juga :