Bitcoin Terperosok ke USD60.000, Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Picu Kekacauan
Sabtu, 07 Februari 2026 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
"Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran USD65.000 hingga USD62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area USD60.000," kata Antony.
Baca Juga: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Turun di Bawah USD90.000
Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum sempat turun di bawah USD1.800, sementara Solana menembus level USD70, menandakan tekanan jual meluas di pasar kripto. Antony menegaskan kondisi ini mencerminkan fase risk-off global, di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan data ekonomi global yang kurang menggembirakan. Ia menilai arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen global.
"Yang terjadi hari ini bukan hanya soal kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak," tegas dia.
Di tengah volatilitas tinggi, pelaku pasar diimbau mengedepankan manajemen risiko dan strategi investasi yang terukur. Antony menyarankan pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) serta penggunaan dana khusus investasi agar risiko fluktuasi jangka pendek dapat diminimalkan.
Baca Juga: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Turun di Bawah USD90.000
Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum sempat turun di bawah USD1.800, sementara Solana menembus level USD70, menandakan tekanan jual meluas di pasar kripto. Antony menegaskan kondisi ini mencerminkan fase risk-off global, di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan data ekonomi global yang kurang menggembirakan. Ia menilai arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen global.
"Yang terjadi hari ini bukan hanya soal kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak," tegas dia.
Di tengah volatilitas tinggi, pelaku pasar diimbau mengedepankan manajemen risiko dan strategi investasi yang terukur. Antony menyarankan pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) serta penggunaan dana khusus investasi agar risiko fluktuasi jangka pendek dapat diminimalkan.
(nng)
Lihat Juga :