Dolar AS Kian Tersisih, 60% Transaksi BRICS Gunakan Mata Uang Lokal

Sabtu, 07 Februari 2026 - 12:00 WIB
loading...
A A A
Data VTB Bank mengungkapkan bahwa mayoritas penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal terjadi di antara Rusia, China, dan India. Bahkan, sebagian besar pembayaran perdagangan menuju Iran kini telah mengadopsi metode serupa, yang menunjukkan penerimaan luas terhadap rubel Rusia, yuan China, dan rupee India di dalam aliansi tersebut.

Rusia tercatat telah menerima yuan China untuk hampir seluruh kesepakatan dagangnya selama hampir empat tahun terakhir. Di sisi lain, India secara konsisten menggunakan rupee dan rubel untuk transaksi minyak dengan Rusia, serta sesekali melibatkan yuan dalam mekanisme penyelesaian pembayarannya.

Baca Juga: Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!

BRICS memanfaatkan momentum sanksi ekonomi dan ketidakpuasan terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat untuk memacu agenda dedolarisasi. Kebijakan Gedung Putih yang dinilai tidak menentu menjadi peluang bagi blok ini untuk membuktikan bahwa ekonomi negara berkembang mampu mandiri di luar pengaruh mata uang tunggal.

Dalam satu dekade ke depan, penggunaan mata uang lokal diprediksi akan memainkan peran yang jauh lebih besar dan perlahan menggeser dominasi dolar AS. Perubahan sistem moneter global ini menandakan bahwa negara-negara ekonomi baru kini mulai mengambil peran signifikan dalam urusan ekonomi dunia, yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat. Keberhasilan transisi ini tidak hanya mengubah lanskap perdagangan antaranggota, tetapi juga menantang status quo tata kelola keuangan internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
The Odyssey Guncang...
The Odyssey Guncang Box Office Global, Raup Rp4,3 Triliun di Pekan Perdana
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
3 Alasan AS Beri Donasi...
3 Alasan AS Beri Donasi Senjata Miliaran Dolar ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved