USU Dorong Kebijakan Berbasis Riset dalam Kelola Industri Sawit dan Risiko Bencana

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:49 WIB
loading...
USU Dorong Kebijakan...
Diskusi bertema Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra di Kampus USU, Medan, Selasa (10/2). FOTO/Puguh Haryanto
A A A
MEDAN - Isu perubahan iklim global semakin nyata memicu risiko bencana di Sumatera, terutama banjir hidrometeorologi yang berdampak sosial, ekonomi, dan ekologis.
Universitas Sumatera Utara (USU) menekankan pentingnya kebijakan berbasis riset untuk mengelola industri sawit sekaligus memperkuat ketahanan wilayah menghadapi ancaman tersebut.

"Kita harus dapat merumuskan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana. Perguruan tinggi perlu mengedepankan pendekatan evidence-based policy, di mana setiap rekomendasi didasarkan pada riset yang kuat, data empiris, dan analisis multidisipliner. Tidak hanya yang tampak di luar saja," kata Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Anjelisa Zaitun Hasibuan, saat membuka Diskusi Ilmiah di Kampus USU, Medan, Selasa (10/2).

Diskusi bertema “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” menghadirkan Guru Besar Fakultas Pertanian USU Prof Abdul Rauf dan Prof Diana Chalil, serta Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr Ardhasena Sopaheluwakan. Hadir pula perwakilan pemerintah, petani sawit, serta asosiasi industri sawit, termasuk Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto dan Ketua Gapki Sumatera Utara Timbas Prasad Ginting.

Prof Poppy Anjelisa menekankan bahwa forum ini bukan sekadar ruang akademik, melainkan refleksi bersama atas tantangan besar yang dihadapi masyarakat Sumatera. Diskusi diharapkan mampu mencari titik temu atas tudingan terhadap perkebunan kelapa sawit sebagai penyebab ketidakseimbangan ekosistem yang memicu banjir, dengan tetap berlandaskan fakta ilmiah.

Baca Juga: POPSI: Posisi Sawit di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Perlu Dilihat Proporsional
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Rekomendasi
Prilly Latuconsina Rela...
Prilly Latuconsina Rela Gelapkan Kulit dan Belajar Bahasa Arab demi Film Baru Baim Wong
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
Hewan yang Dianggap...
Hewan yang Dianggap Sakral dalam Budaya Jawa dan Melebihi Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved