PLN dan BIB Sepakat Jual Beli 23.040 REC, Dorong Green Mining di Tanah Air
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini tidak hanya sekadar jual beli sertifikat, tetapi juga langkah nyata memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah tuntutan global dekarbonisasi dan peningkatan praktik keberlanjutan. Chief Operating Officer BIB, Raden Utoro mengaku bangga atas komitmen yang ditunjukkan kedua pihak.
Dia mengapresiasi komitmen PLN yang mendukung penuh pelaksanaan program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan. “Kerja sama ini sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan mutlak, mengingat gangguan pasokan dapat menghentikan seluruh aktivitas operasional tambang,” katanya.
Ia menekankan keandalan pasokan listrik bersih menjadi kebutuhan penting, terutama untuk operasional titik tambang BIB yang terus berkembang. Dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk transmisi dan pembangunan gardu induk, diyakini akan menopang kebutuhan daya puncak yang diperkirakan mencapai 200–240 MVA pada 2028.
“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar. Target elektrifikasi pada 2026 mencapai 25% armada alat berat berbasis listrik, naik menjadi 75% pada 2028, serta membidik target nol emisi pada 2028–2029,” lanjutnya.
Di sisi lain, permintaan terhadap REC di Indonesia menunjukkan tren yang signifikan. Pada 2024, pengguna REC naik lebih dari 117% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total konsumsi energi hijau mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh). PLN mencatat lebih banyak perusahaan, termasuk pemain global dan lokal, mulai memanfaatkan instrumen ini untuk mendukung target keberlanjutan mereka.
Dia mengapresiasi komitmen PLN yang mendukung penuh pelaksanaan program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan. “Kerja sama ini sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan mutlak, mengingat gangguan pasokan dapat menghentikan seluruh aktivitas operasional tambang,” katanya.
Ia menekankan keandalan pasokan listrik bersih menjadi kebutuhan penting, terutama untuk operasional titik tambang BIB yang terus berkembang. Dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk transmisi dan pembangunan gardu induk, diyakini akan menopang kebutuhan daya puncak yang diperkirakan mencapai 200–240 MVA pada 2028.
“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar. Target elektrifikasi pada 2026 mencapai 25% armada alat berat berbasis listrik, naik menjadi 75% pada 2028, serta membidik target nol emisi pada 2028–2029,” lanjutnya.
Di sisi lain, permintaan terhadap REC di Indonesia menunjukkan tren yang signifikan. Pada 2024, pengguna REC naik lebih dari 117% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total konsumsi energi hijau mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh). PLN mencatat lebih banyak perusahaan, termasuk pemain global dan lokal, mulai memanfaatkan instrumen ini untuk mendukung target keberlanjutan mereka.
Lihat Juga :