Harga Melonjak, Industri dan Pedagang Daging Bingung dengan Kebijakan Pemerintah
Kamis, 12 Februari 2026 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Tingginya harga daging kerbau ini diakui oleh seorang pembeli, Neni, saat belanja di Toko Daging Nusantara Cipayung, Jakarta Timur. Pedagang Soto Betawi ini mengaku harga daging kerbau terus naik dibandingkan harga 3 bulan lalu.
"Saya biasa belanja daging di sini untuk jualan soto Betawi. Tapi harganya terus naik dan kondisi dagingnya kok malah banyak putih-putihnya (lemak)," ujar wanita ini sambil memegang daging kemasan 1 kg merek Kamil CM-001 seharga Rp99.000/kg.
Pengawasan Pemerintah Dipertanyakan
Pertanyaannya, bagaimana pengawasan pemerintah selama ini mengenai HAP daging kerbau? Padahal, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 12 tahun 2024, HAP di tingkat konsumen untuk daging kerbau beku adalah Rp80.000/kg.
Tingginya harga daging impor ini juga dikeluhkan Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Hastho Yulianto. Dia secara khusus menyoroti kisruh pemberian kuota impor daging sapi yang dipangkas drastis kepada pelaku usaha swasta.
“Perkembangan kebijakan terbaru terkait alokasi kuota impor daging sapi tahun 2026 sebesar 30.000 ton telah memicu perubahan struktural yang signifikan di pasar daging sapi dan industri pangan Indonesia, khususnya yang berdampak pada sektor pengolahan daging,” katanya saat dihubungi.
Menurutnya, penurunan kuota impor untuk swasta maupun anggota asosiasi industri NAMPA, yang tahun ini hanya dapat jatah 17.000 ton -- berisiko besar terjadinya kekurangan bahan baku buat industri pengolahan daging. Dengan pasokan yang makin terkonsentrasi di tangan BUMN dan menurunnya fleksibilitas swasta, maka pasar pun rentan terhadap gangguan.
"Saya biasa belanja daging di sini untuk jualan soto Betawi. Tapi harganya terus naik dan kondisi dagingnya kok malah banyak putih-putihnya (lemak)," ujar wanita ini sambil memegang daging kemasan 1 kg merek Kamil CM-001 seharga Rp99.000/kg.
Pengawasan Pemerintah Dipertanyakan
Pertanyaannya, bagaimana pengawasan pemerintah selama ini mengenai HAP daging kerbau? Padahal, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 12 tahun 2024, HAP di tingkat konsumen untuk daging kerbau beku adalah Rp80.000/kg.
Tingginya harga daging impor ini juga dikeluhkan Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Hastho Yulianto. Dia secara khusus menyoroti kisruh pemberian kuota impor daging sapi yang dipangkas drastis kepada pelaku usaha swasta.
“Perkembangan kebijakan terbaru terkait alokasi kuota impor daging sapi tahun 2026 sebesar 30.000 ton telah memicu perubahan struktural yang signifikan di pasar daging sapi dan industri pangan Indonesia, khususnya yang berdampak pada sektor pengolahan daging,” katanya saat dihubungi.
Menurutnya, penurunan kuota impor untuk swasta maupun anggota asosiasi industri NAMPA, yang tahun ini hanya dapat jatah 17.000 ton -- berisiko besar terjadinya kekurangan bahan baku buat industri pengolahan daging. Dengan pasokan yang makin terkonsentrasi di tangan BUMN dan menurunnya fleksibilitas swasta, maka pasar pun rentan terhadap gangguan.
Lihat Juga :