UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026
Kamis, 12 Februari 2026 - 20:26 WIB
loading...
UMKM binaan Pertamina sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus pasar premium pada ajang Jakarta INACRAFT 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus pasar premium pada ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga memikat minat pembeli mancanegara.
“Griya Kain Solo berangkat ke INACRAFT sebagai bagian dari UMKM binaan Pertamina. Kurasi dari Pertamina sangat ketat. Kami tidak hanya diminta bagus secara produk, tapi juga kuat di desain, kualitas bahan, sampai daya saing harga. Itu yang membuat omzet kami di INACRAFT tahun ini meningkat jauh, bahkan melebihi target,” ujar Esti Kriswandari Asih, pemilik Griya Kain Solo.
Bagi Esti, pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 4-8 Februari 2026 tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan titik balik bagi usahanya untuk bersaing di panggung nasional. Griya Kain Solo menghadirkan koleksi fesyen berbasis kain tradisional seperti lurik dan batik klasik yang diolah menjadi busana modern siap pakai. Produk unggulannya, mulai dari blouse lurik premium hingga tunik eksklusif, dirancang khusus mengikuti tren profesional muda.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp10,4 Miliar di INACRAFT 2026
Proses panjang pendampingan dan kurasi ketat yang dilakukan Pertamina terbukti membuahkan hasil signifikan terhadap kualitas produksi dan penguatan branding. Selain meningkatkan kualitas fisik produk, para mitra binaan juga didorong untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan dengan pembeli potensial. Antusiasme pengunjung selama gelaran berlangsung menjadi indikator kuat bahwa produk UMKM kini memiliki posisi tawar yang tinggi.
Kualitas premium produk binaan ini turut diakui oleh para pengunjung, salah satunya Nadira Setyalestari asal Depok. Ia menilai desain produk yang dipamerkan kini lebih eksklusif dan mengikuti perkembangan mode terkini tanpa meninggalkan unsur tradisional. Menurutnya, busana yang dihasilkan sudah setara dengan standar butik sehingga sangat nyaman dan layak digunakan untuk acara formal maupun kerja.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Miliaran di Inacraft 2026
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pada INACRAFT 2026 pihaknya memboyong sebanyak 32 UMKM pilihan. Prestasi yang diraih pun cukup fantastis, di mana para mitra binaan tersebut berhasil membukukan total transaksi mencapai Rp10,4 miliar. Angka ini mencakup penjualan langsung di lokasi serta komitmen transaksi dari pembeli mancanegara untuk pasar ekspor.
“Hasil transaksi penjualan ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina. Masuknya UMKM-UMKM Pertamina pada ajang internasional ini menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mampu meningkatkan skala usaha sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional,” tutur Baron.
“Griya Kain Solo berangkat ke INACRAFT sebagai bagian dari UMKM binaan Pertamina. Kurasi dari Pertamina sangat ketat. Kami tidak hanya diminta bagus secara produk, tapi juga kuat di desain, kualitas bahan, sampai daya saing harga. Itu yang membuat omzet kami di INACRAFT tahun ini meningkat jauh, bahkan melebihi target,” ujar Esti Kriswandari Asih, pemilik Griya Kain Solo.
Bagi Esti, pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 4-8 Februari 2026 tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan titik balik bagi usahanya untuk bersaing di panggung nasional. Griya Kain Solo menghadirkan koleksi fesyen berbasis kain tradisional seperti lurik dan batik klasik yang diolah menjadi busana modern siap pakai. Produk unggulannya, mulai dari blouse lurik premium hingga tunik eksklusif, dirancang khusus mengikuti tren profesional muda.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp10,4 Miliar di INACRAFT 2026
Proses panjang pendampingan dan kurasi ketat yang dilakukan Pertamina terbukti membuahkan hasil signifikan terhadap kualitas produksi dan penguatan branding. Selain meningkatkan kualitas fisik produk, para mitra binaan juga didorong untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan dengan pembeli potensial. Antusiasme pengunjung selama gelaran berlangsung menjadi indikator kuat bahwa produk UMKM kini memiliki posisi tawar yang tinggi.
Kualitas premium produk binaan ini turut diakui oleh para pengunjung, salah satunya Nadira Setyalestari asal Depok. Ia menilai desain produk yang dipamerkan kini lebih eksklusif dan mengikuti perkembangan mode terkini tanpa meninggalkan unsur tradisional. Menurutnya, busana yang dihasilkan sudah setara dengan standar butik sehingga sangat nyaman dan layak digunakan untuk acara formal maupun kerja.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Miliaran di Inacraft 2026
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pada INACRAFT 2026 pihaknya memboyong sebanyak 32 UMKM pilihan. Prestasi yang diraih pun cukup fantastis, di mana para mitra binaan tersebut berhasil membukukan total transaksi mencapai Rp10,4 miliar. Angka ini mencakup penjualan langsung di lokasi serta komitmen transaksi dari pembeli mancanegara untuk pasar ekspor.
“Hasil transaksi penjualan ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina. Masuknya UMKM-UMKM Pertamina pada ajang internasional ini menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mampu meningkatkan skala usaha sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional,” tutur Baron.
(nng)
Lihat Juga :