Empat Bulan Diskon, Arab Saudi Pecahkan Rekor Pengiriman Minyak ke China
Jum'at, 13 Februari 2026 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Tingginya minat impor dipicu kebijakan pemotongan harga secara agresif Arab Saudi. OSP Maret untuk minyak mentah Arab Light ditetapkan setara rata-rata Oman/Dubai, turun dari premi USD0,30 pada Februari. Penurunan ini sekaligus menjadi pemangkasan bulan keempat secara beruntun.
Catatan Reuters menunjukkan, harga jual Maret tersebut merupakan yang terendah sejak Desember 2020. Meski pemangkasan hanya 30 sen atau lebih kecil dari perkiraan pasar, insentif harga tetap efektif mendongkrak volume pembelian dari China.
Baca Juga: Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan
Para analis menilai langkah Saudi memangkas harga merupakan strategi mempertahankan pangsa pasar di Asia, khususnya China, di tengah tekanan pasokan global. Dengan pengiriman Maret yang diprediksi mencapai rekor, posisi Saudi sebagai pemasok utama minyak mentah ke China kembali menguat. Kenaikan impor ini juga mencerminkan pemulihan aktivitas industri China pascaperayaan Tahun Baru Imlek.
Catatan Reuters menunjukkan, harga jual Maret tersebut merupakan yang terendah sejak Desember 2020. Meski pemangkasan hanya 30 sen atau lebih kecil dari perkiraan pasar, insentif harga tetap efektif mendongkrak volume pembelian dari China.
Baca Juga: Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan
Para analis menilai langkah Saudi memangkas harga merupakan strategi mempertahankan pangsa pasar di Asia, khususnya China, di tengah tekanan pasokan global. Dengan pengiriman Maret yang diprediksi mencapai rekor, posisi Saudi sebagai pemasok utama minyak mentah ke China kembali menguat. Kenaikan impor ini juga mencerminkan pemulihan aktivitas industri China pascaperayaan Tahun Baru Imlek.
(nng)
Lihat Juga :