Diterpa Ketidakpastian Global, MARK Optimistis Capai Target Kinerja 2025
Kamis, 19 Februari 2026 - 18:21 WIB
loading...
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), produsen cetakan sarung tangan (hand former) terkemuka di dunia, menegaskan optimisme bahwa target kinerja tahun 2025 tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan. Foto/Dok
A
A
A
TANJUNG MORAWA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) , produsen cetakan sarung tangan (hand former) terkemuka di dunia, menegaskan optimisme bahwa target kinerja tahun 2025 tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan, meskipun perekonomian global mengalami perlambatan pada paruh pertama 2025 akibat eskalasi perang tarif dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Perseroan menilai bahwa tekanan eksternal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap fundamental bisnis MARK yang memiliki karakter defensif serta visibilitas pesanan yang kuat. Direktur Utama MARK, Ridwan Goh menyampaikan, bahwa model bisnis Perseroan yang defensif dan berbasis ekspor membuat kinerja MARK relatif stabil di tengah dinamika global.
“Dengan struktur bisnis yang solid, pelanggan yang terdiversifikasi, serta visibilitas pesanan yang baik, kami tetap optimistis dapat mencapai target kinerja 2025,” ujar Ridwan Goh.
Baca Juga: Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Cetak Margin Laba Tembus 31,49 %
Dari sisi kinerja, MARK mencatat pertumbuhan penjualan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, baik dari pasar ekspor maupun domestik. Pada tahun 2023, penjualan MARK mencapai Rp559,47 miliar, meningkat signifikan menjadi Rp909,99 miliar pada 2024.
Hingga 30 September 2025, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp594,68 miliar. Selain ekspor yang menjadi kontributor utama, penjualan domestik juga terus meningkat, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang lebih berimbang.
Sebagai pemain global di industri ceramic glove mold, MARK terus menunjukkan daya tahan bisnis yang solid. Permintaan terhadap produk cetakan sarung tangan tetap terjaga, seiring dengan kebutuhan industri kesehatan dan alat pelindung diri yang bersifat non-siklikal.
Hubungan jangka panjang dengan produsen sarung tangan internasional serta jangkauan pasar ekspor yang luas memungkinkan Perseroan menjaga stabilitas order book, meskipun kondisi makroekonomi global sedang menantang.
MARK juga memiliki profil risiko yang defensif. Mayoritas pendapatan berasal dari ekspor dengan denominasi mata uang asing, sehingga memberikan perlindungan alami terhadap fluktuasi nilai tukar. “Struktur pendapatan berbasis ekspor membuat kami relatif lebih tahan terhadap pergerakan kurs dan menjaga daya saing Perseroan,” tambah Ridwan Goh.
Baca Juga: Permintaan Sarung Tangan Melonjak, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun
Dari sisi imbal hasil kepada pemegang saham, MARK menunjukkan komitmen yang kuat. Pada tahun 2025, Perseroan membagikan dividen interim dengan rasio sekitar 74%, mencerminkan arus kas yang solid serta keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja Perseroan.
Kepercayaan investor terhadap MARK juga tercermin dari peningkatan jumlah pemegang saham. Dari sekitar 5.000 pemegang saham pada 2023, jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai sekitar 9.000–10.000 pemegang saham pada Januari 2026.
Tren ini menegaskan bahwa MARK semakin dipandang sebagai pilihan investasi jangka panjang dengan kinerja yang konsisten dan fundamental yang kuat. Ke depan, MARK berkomitmen untuk mempertahankan disiplin operasional dan fokus pada keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian global, Perseroan memposisikan diri sebagai perusahaan ekspor yang stabil dengan fundamental yang kuat, visibilitas pesanan yang terjaga, serta risiko yang dikelola dengan baik, sehingga MARK tetap relevan dan tangguh dalam berbagai kondisi ekonomi.
Perseroan menilai bahwa tekanan eksternal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap fundamental bisnis MARK yang memiliki karakter defensif serta visibilitas pesanan yang kuat. Direktur Utama MARK, Ridwan Goh menyampaikan, bahwa model bisnis Perseroan yang defensif dan berbasis ekspor membuat kinerja MARK relatif stabil di tengah dinamika global.
“Dengan struktur bisnis yang solid, pelanggan yang terdiversifikasi, serta visibilitas pesanan yang baik, kami tetap optimistis dapat mencapai target kinerja 2025,” ujar Ridwan Goh.
Baca Juga: Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Cetak Margin Laba Tembus 31,49 %
Dari sisi kinerja, MARK mencatat pertumbuhan penjualan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, baik dari pasar ekspor maupun domestik. Pada tahun 2023, penjualan MARK mencapai Rp559,47 miliar, meningkat signifikan menjadi Rp909,99 miliar pada 2024.
Hingga 30 September 2025, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp594,68 miliar. Selain ekspor yang menjadi kontributor utama, penjualan domestik juga terus meningkat, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang lebih berimbang.
Sebagai pemain global di industri ceramic glove mold, MARK terus menunjukkan daya tahan bisnis yang solid. Permintaan terhadap produk cetakan sarung tangan tetap terjaga, seiring dengan kebutuhan industri kesehatan dan alat pelindung diri yang bersifat non-siklikal.
Hubungan jangka panjang dengan produsen sarung tangan internasional serta jangkauan pasar ekspor yang luas memungkinkan Perseroan menjaga stabilitas order book, meskipun kondisi makroekonomi global sedang menantang.
MARK juga memiliki profil risiko yang defensif. Mayoritas pendapatan berasal dari ekspor dengan denominasi mata uang asing, sehingga memberikan perlindungan alami terhadap fluktuasi nilai tukar. “Struktur pendapatan berbasis ekspor membuat kami relatif lebih tahan terhadap pergerakan kurs dan menjaga daya saing Perseroan,” tambah Ridwan Goh.
Baca Juga: Permintaan Sarung Tangan Melonjak, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun
Dari sisi imbal hasil kepada pemegang saham, MARK menunjukkan komitmen yang kuat. Pada tahun 2025, Perseroan membagikan dividen interim dengan rasio sekitar 74%, mencerminkan arus kas yang solid serta keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja Perseroan.
Kepercayaan investor terhadap MARK juga tercermin dari peningkatan jumlah pemegang saham. Dari sekitar 5.000 pemegang saham pada 2023, jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai sekitar 9.000–10.000 pemegang saham pada Januari 2026.
Tren ini menegaskan bahwa MARK semakin dipandang sebagai pilihan investasi jangka panjang dengan kinerja yang konsisten dan fundamental yang kuat. Ke depan, MARK berkomitmen untuk mempertahankan disiplin operasional dan fokus pada keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian global, Perseroan memposisikan diri sebagai perusahaan ekspor yang stabil dengan fundamental yang kuat, visibilitas pesanan yang terjaga, serta risiko yang dikelola dengan baik, sehingga MARK tetap relevan dan tangguh dalam berbagai kondisi ekonomi.
(akr)
Lihat Juga :