KKP Pastikan Program MBG Bukan Pemicu Kenaikan Harga Ikan

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:46 WIB
loading...
KKP Pastikan Program...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas ikan di pasaran tidak berkaitan dengan program MBG. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas ikan di pasaran tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). KKP menegaskan pasokan ikan nasional masih dalam kondisi aman dan tidak terganggu oleh kebutuhan program prioritas pemerintah tersebut.

"Sampai seperti itu (MBG jadi faktor kenaikan harga) belum, karena posisinya untuk lele dan nila juga itu posisinya sudah ada. Di situ jadi tidak mengganggu pasar di sana," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, dalam konferensi pers di Kantor KKP, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%

Machmud menegaskan kebutuhan ikan untuk mendukung program MBG tidak akan mengganggu keseimbangan suplai dan permintaan di masyarakat. Menurutnya, produksi ikan nasional justru akan semakin diperkuat melalui berbagai program strategis yang tengah dikembangkan pemerintah, seperti Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) dan pengembangan kawasan pesisir melalui reklamasi Pantai Utara (Pantura).

"Ke depan dengan adanya program strategis yang dikembangkan seperti BINS yang akan banyak, kemudian juga ada reklamasi Pantura, sumber protein ikan kita juga akan semakin banyak. Sehingga kalau nanti kebutuhan untuk MBG yang 82,9 juta, kalau nanti (dibutuhkan) ikan kita siap," jelasnya.



Sementara itu, Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, Ady Candra, mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas ikan di beberapa daerah. Namun menurutnya, secara nasional harga masih dalam level aman dan wajar menjelang bulan Ramadan.

Ady merinci, kenaikan harga tercatat pada komoditas ikan cakalang di sejumlah wilayah Sulawesi, namun secara nasional masih tergolong stabil. Kenaikan terbatas juga terjadi pada komoditas cumi di Jakarta dan Jawa Tengah, serta ikan kakap di Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Jakarta. Untuk komoditas tongkol, kenaikan hanya terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara. "Tuna dominan stabil, kenaikan hanya di Sulawesi Utara. Ya memang dominan tuna di sana dan juga dominan dikonsumsi oleh masyarakat lokal di sana," jelas Ady.

Baca Juga: Disikat Balik Trenggono soal Anggaran Kapal, Ini Jawaban Purbaya

Dari sisi produksi, Ady memprediksi adanya penurunan produksi perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi faktor musim dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Prognosa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta ton, lebih rendah dibandingkan periode normal. "Ini sedikit agak turun memang karena pola musim dan juga pola penangkapan yang memang sangat tergantung dengan faktor cuaca," ungkap Ady.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Purbaya Minta Jangan Menyalahkan MBG Lagi: Presiden Sedang Perbaiki
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
MBG Fondasi Utama Cetak...
MBG Fondasi Utama Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
7 Jenis Ikan dengan...
7 Jenis Ikan dengan Harga Murah Mengandung Protein Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved