Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun

Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:11 WIB
loading...
Agrinas Impor 105.000...
Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari produsen otomotif India. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Kebijakan BUMN Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari produsen otomotif India untuk operasional logistik Koperasi Desa Merah Putih dinilai berpotensi menekan perekonomian nasional. Industri otomotif yang memiliki rantai pasok luas dari hulu ke hilir disebut menjadi sektor yang paling terdampak.

"Tidak ada aktivitas ekonomi yang diciptakan dari importasi ini. Bahkan bisa menggerus pangsa pasar dari produk pickup yang sudah diproduksi atau dirakit dalam negeri. Ekonomi kita bisa menyusut karena impor ini akan mengurangi PDB," kataEkonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: 2 Produsen Otomotif India Terima Ratusan Ribu Unit Mobil untuk Kopdes Agrinas

Dia menilai kebijakan tersebut berpotensi mencerabut mata pencaharian pekerja di pabrik otomotif. Selain tenaga kerja di lini produksi, pelaku usaha bengkel perbaikan hingga penyedia suku cadang juga diperkirakan ikut terdampak.

Berdasarkan kajian Celios, langkah impor tersebut berpotensi menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp39,29 triliun. Dampak lanjutan yang diproyeksikan antara lain kehilangan pendapatan masyarakat sebesar Rp39,05 triliun serta potensi hilangnya sekitar 330 ribu lapangan pekerjaan.



Huda juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat menekan Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur, khususnya industri otomotif. Menurut dia, apabila pengadaan kendaraan mengutamakan produsen dalam negeri, aktivitas produksi dalam skala besar akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved