Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun
Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
"Industri otomotif, khususnya yang menjual mobil pick up, akan mengalami kerugian. Maka mereka akan mengurangi produksi ataupun membeli bahan baku atau stok. PMI Manufaktur industri otomotif akan mengalami pelemahan," tutur Huda.
Baca Juga: Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang?
Ia juga menyoroti aspek regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan tersebut. "Apa yang dilakukan Agrinas juga menyalahi aturan untuk penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) karena impornya CBU alias diimpor sudah jadi," imbuhnya.
Adapun kontrak Agrinas mencakup pengadaan 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up, serta Tata Motors sebanyak 70.000 unit yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Baca Juga: Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang?
Ia juga menyoroti aspek regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan tersebut. "Apa yang dilakukan Agrinas juga menyalahi aturan untuk penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) karena impornya CBU alias diimpor sudah jadi," imbuhnya.
Adapun kontrak Agrinas mencakup pengadaan 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up, serta Tata Motors sebanyak 70.000 unit yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
(nng)
Lihat Juga :