Cara Menabung Digital dengan Aman di Tengah Maraknya Phishing dan Risiko Keamanan Finansial

Jum'at, 20 Februari 2026 - 21:28 WIB
loading...
Cara Menabung Digital...
Di era keuangan digital, platform yang tidak menempatkan keamanan sebagai fondasi akan semakin ditinggalkan, terlepas dari seberapa cepat atau populernya mereka. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di era keuangan digital , risiko terbesar bagi masyarakat tidak lagi semata berasal dari fluktuasi pasar, melainkan dari uang yang tidak bekerja dan sistem penyimpanan dana yang tidak benar-benar aman. Maraknya kasus phishing , pembobolan akun keuangan, dan penyalahgunaan identitas digital menunjukkan bahwa risiko finansial kini lebih banyak datang dari sisi keamanan akses, bukan hanya dari pergerakan harga.

Selama ini banyak platform keuangan berlomba menawarkan kemudahan transaksi dan fitur cepat, namun sering kali menempatkan keamanan sebagai lapisan tambahan. Ketika terjadi gangguan sistem atau manipulasi akses akun, nasabah justru menjadi pihak paling rentan.

IPOT melihat bahwa di lanskap keuangan digital saat ini, keamanan tidak boleh menjadi fitur opsional keamanan harus menjadi fondasi sistem. Berangkat dari prinsip tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan xRDN, sebuah cara menabung digital berbasis pasar modal yang dirancang untuk menjawab dua tantangan utama sekaligus: dana yang tidak produktif dan risiko keamanan digital yang rapuh.

Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing

xRDN bukan hanya menawarkan potensi imbal hasil sekitar ±2%, jauh lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan bank konvensional pada umumnya, tetapi juga dibangun di atas filosofi “Security is IPOT Foundation.”

Dalam industri sekuritas, sebagian besar Rekening Dana Nasabah (RDN) maupun tabungan bank hanya memberikan imbal hasil sekitar 0,02%–0,2% per tahun. xRDN hadir sebagai alternatif yang lebih produktif bagi dana parkir investor, tanpa mengorbankan aspek perlindungan sistem dan akses akun.

Kepercayaan terhadap pendekatan ini terlihat jelas saat gejolak pasar pada akhir Januari lalu. Di tengah meningkatnya volatilitas dan sikap defensif investor, IPOT justru mencatat masuknya dana investor dalam skala triliunan rupiah ke dalam ekosistem xRDN, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kombinasi produktivitas dana dan kekuatan fondasi keamanan IPOT.

Dari sisi keamanan, xRDN dirancang dalam ekosistem yang tidak bergantung pada satu lapisan sistem semata. Jika terjadi gangguan pada sistem eksternal seperti perbankan, dana nasabah tetap berada dalam struktur yang terisolasi dan aman.

Lebih jauh, IPOT menerapkan sistem keamanan 3-lapis yang memastikan bahwa sekalipun pengguna menjadi korban phishing, akun saham tetap terkunci dan tidak dapat disalahgunakan secara sepihak. Pendekatan ini menempatkan perlindungan akun sebagai prioritas utama, bukan sekadar kecepatan transaksi.

Bagi investor pasar modal, xRDN berfungsi sebagai cash asset strategis: likuid, lebih produktif, dan disiapkan dengan asumsi terburuk bahwa risiko phishing dan hacking adalah ancaman nyata. Sementara bagi penabung bank dan masyarakat digital, xRDN menawarkan cara menabung Gen Z yang lebih relevan dengan tantangan zaman, imbal hasil lebih tinggi, likuiditas terjaga, dan sistem keamanan yang dibangun sejak awal.

IPOT menegaskan bahwa xRDN bukan instrumen spekulatif dan tidak menjanjikan imbal hasil tetap. xRDN dikelola sesuai regulasi pasar modal Indonesia dengan prinsip transparansi dan perlindungan investor. Baca Juga: Aplikasi IPOT Permudah Investasi Reksa Dana

Namun satu hal ditegaskan: di era keuangan digital, platform yang tidak menempatkan keamanan sebagai fondasi akan semakin ditinggalkan, terlepas dari seberapa cepat atau populernya mereka.

“Di saat banyak pihak fokus pada fitur dan pertumbuhan, kami memilih fokus pada fondasi. Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT,” ujar Moleonoto The, President Director & CEO PT. Indo Premier Sekuritas.

Melalui peluncuran xRDN, IPOT mengajak masyarakat untuk mengevaluasi kembali di mana dana mereka disimpan dan seberapa kuat sistem yang melindunginya. Di tengah krisis phishing dan meningkatnya risiko keamanan finansial, xRDN diposisikan sebagai pilihan strategis: cara menabung digital dengan imbal hasil lebih tinggi, likuiditas terjaga, dan perlindungan berlapis yang dirancang untuk menghadapi risiko digital modern.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi,...
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi, Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved