Gelombang Raksasa Nikel di Bursa Saham RI: Akankah BLUE Menuju Ekosistem EV?
Senin, 23 Februari 2026 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Profil PT GAG Nikel, Entitas Milik Antam di Balik Riuh Tambang Nikel Raja Ampat
BLUE sebagai pemain industri tinta dan alat tulis, kini menghadapi prospek akuisisi 80% saham oleh Dragonmine. Mengingat Dragonmine dimiliki secara langsung oleh Huayou yang sudah memiliki investasi miliaran dolar di Morowali dan Pomalaa, transmisi aset nikel ke dalam BLUE diprediksi tinggal menunggu waktu.
Pergerakan harga saham BLUE melonjak signifikan dengan kenaikan 117% year to date dan hampir 1.900% dalam setahun. Namun harga saham BLUE sempat terkoreksi di tengah kondisi pasar yang volatile saat mengumumkan fakta CSPA ini.
Bagi raksasa global seperti Huayou dan CNGR, mengakuisisi emiten dengan kapitalisasi pasar kecil seperti BLUE dan PACK, menawarkan jalur ekspres ketimbang melakukan IPO dari nol yang memakan waktu lama. Mereka menggunakan perusahaan listing agar dapat menarik modal dari investor lokal dan institusi melalui Rights Issue untuk mendanai proyek hilirisasi nikel di Indonesia.
Keberadaan entitas publik di BEI membantu meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi lokal, serta memperkuat profil ESG (Environmental, Social, and Governance) di mata investor global. Aksi Dragonmine di BLUE menegaskan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penyedia bahan mentah, melainkan pusat finansial bagi raksasa energi hijau dunia.
BLUE sebagai pemain industri tinta dan alat tulis, kini menghadapi prospek akuisisi 80% saham oleh Dragonmine. Mengingat Dragonmine dimiliki secara langsung oleh Huayou yang sudah memiliki investasi miliaran dolar di Morowali dan Pomalaa, transmisi aset nikel ke dalam BLUE diprediksi tinggal menunggu waktu.
Pergerakan harga saham BLUE melonjak signifikan dengan kenaikan 117% year to date dan hampir 1.900% dalam setahun. Namun harga saham BLUE sempat terkoreksi di tengah kondisi pasar yang volatile saat mengumumkan fakta CSPA ini.
Bagi raksasa global seperti Huayou dan CNGR, mengakuisisi emiten dengan kapitalisasi pasar kecil seperti BLUE dan PACK, menawarkan jalur ekspres ketimbang melakukan IPO dari nol yang memakan waktu lama. Mereka menggunakan perusahaan listing agar dapat menarik modal dari investor lokal dan institusi melalui Rights Issue untuk mendanai proyek hilirisasi nikel di Indonesia.
Keberadaan entitas publik di BEI membantu meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi lokal, serta memperkuat profil ESG (Environmental, Social, and Governance) di mata investor global. Aksi Dragonmine di BLUE menegaskan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penyedia bahan mentah, melainkan pusat finansial bagi raksasa energi hijau dunia.
(akr)
Lihat Juga :