Pertumbuhan Ekonomi 8% Bukan Mustahil Dicapai, Ini Syarat-syaratnya
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Karena eksistensi negara itu seperti dua sisi koin yang tidak terpisahkan. Satu sisi ialah kedaulatan, sisi lainnya ialah kesejahteraan. Di setiap koin kan ada sisi angka dan garuda, maka meski angka berubah sesuai nilai ekonomi, gambar ‘garuda’ tidak berubah. ”Hadirnya garuda adalah representasi kedaulatan sehingga masuk dalam ranah pertahanan, karena pertahanan bermakna segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan,” jelasnya.
Prof Telisa Aulia Falianty menerangkan, kunci dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8% adalah pemerintah harus bisa menggunakan keunggulan yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, dalam mencapai masyarakat yang sejahtera Indonesia punya keunggulan yang mirip dengan Chili.
Di mana Chili mengandalkan sumber daya alam untuk keluar dari middle income trap. Karenanya, kata Prof Telisa, pemerintah Indonesia bisa meniru pendekatan seperti Chili, yaitu memaksimalkan sumber daya alam digunakan untuk ketahanan nasional. “Game changer kita di mineral, tinggal butuh roadmap kelembagaan yang kuat,” tandasnya.
Ia menambahkan, kedaulatan nasional tidak berarti menutup diri dari investor asing . Yang diperlukan adalah keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepercayaan investor melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.
Dengan demikian bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mendatangkan pajak yang besar, seperti data center.
Selain itu, pemerintah juga berfokus mengelola UMKM agar mereka pelan-pelan naik kelas agar kontribusinya terhadap ekonomi makin besar.
Prof Chandra Setiawan menambahkan, pemerintah harus merancang regulasi yang pro terhadap pertumbuhan, stabilitas dan keadilan bagi pelaku usaha demi playing field yang sama. Semisal operasional ritel modern, seperti Indomaret-Alfamart yang saat ini tidak punya pembatasan jarak dan jam kerja.
Prof Telisa Aulia Falianty menerangkan, kunci dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8% adalah pemerintah harus bisa menggunakan keunggulan yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, dalam mencapai masyarakat yang sejahtera Indonesia punya keunggulan yang mirip dengan Chili.
Di mana Chili mengandalkan sumber daya alam untuk keluar dari middle income trap. Karenanya, kata Prof Telisa, pemerintah Indonesia bisa meniru pendekatan seperti Chili, yaitu memaksimalkan sumber daya alam digunakan untuk ketahanan nasional. “Game changer kita di mineral, tinggal butuh roadmap kelembagaan yang kuat,” tandasnya.
Ia menambahkan, kedaulatan nasional tidak berarti menutup diri dari investor asing . Yang diperlukan adalah keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepercayaan investor melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.
Dengan demikian bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mendatangkan pajak yang besar, seperti data center.
Selain itu, pemerintah juga berfokus mengelola UMKM agar mereka pelan-pelan naik kelas agar kontribusinya terhadap ekonomi makin besar.
Prof Chandra Setiawan menambahkan, pemerintah harus merancang regulasi yang pro terhadap pertumbuhan, stabilitas dan keadilan bagi pelaku usaha demi playing field yang sama. Semisal operasional ritel modern, seperti Indomaret-Alfamart yang saat ini tidak punya pembatasan jarak dan jam kerja.
Lihat Juga :