Terapkan Hunian Subsidi Konsep Klaster, 1.002 Unit Rumah Ludes Terjual
Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
“Sebenarnya dengan pola pagar dan taman bermain ini potensi keuntungan menjadi berkurang, karena membangun pagar keliling dan taman bermain itu menambah biaya produksi. Tapi kami komit untuk memberi nilai tambah kepada konsumen,” jelasnya.
Baca Juga: Bangun Kompleks Haji, Indonesia Negara Pertama yang Beli Properti di Makkah dan Madinah
Nyatanya, secara proyek sistem klaster ini membuat konsumen semakin berminat. Tidak heran kalau saat ini sebanyak 1.002 unit rumah di Pondok Banten Indah sudah terjual (sold out) bahkan telah SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit). Penjualan spektakuler itu terjadi hanya dalam waktu 2 bulan sejak akad massal KPR FLPP oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Pondok Banten Indah pada 20 Desember 2025.
“Dengan konsep ini memang keuntungan berkurang dan biaya produksi meningkat, tetapi di sisi lain masyarakat semakin percaya dan yakin terhadap perumahan ini. Terjadi percepatan penjualan, sehingga kami dapat menghemat beberapa biaya seperti untuk promosi,” sebutnya.
Di Pondok Banten Indah juga akan disediakan 4-5 titik ruang terbuka hijau yang dilengkapi tempat bermain anak (playground), lapangan badminton, voli, futsal dan masjid. Ridwan mengungkap pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp700 juta per titik ruang terbuka hijau. Pembangunan lebih dari satu titik ruang terbuka hijau ini diterapkan agar ruang terbuka untuk interaksi warga bisa dinikmati oleh seluruh penghuni klaster. Dengan izin luas lahan pengembangan sekitar 70 hektar, nantinya akan ada total 3.200 unit rumah dengan sistem klaster yang akan dibangun di Pondok Banten Indah.
Baca Juga: Bangun Kompleks Haji, Indonesia Negara Pertama yang Beli Properti di Makkah dan Madinah
Nyatanya, secara proyek sistem klaster ini membuat konsumen semakin berminat. Tidak heran kalau saat ini sebanyak 1.002 unit rumah di Pondok Banten Indah sudah terjual (sold out) bahkan telah SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit). Penjualan spektakuler itu terjadi hanya dalam waktu 2 bulan sejak akad massal KPR FLPP oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Pondok Banten Indah pada 20 Desember 2025.
“Dengan konsep ini memang keuntungan berkurang dan biaya produksi meningkat, tetapi di sisi lain masyarakat semakin percaya dan yakin terhadap perumahan ini. Terjadi percepatan penjualan, sehingga kami dapat menghemat beberapa biaya seperti untuk promosi,” sebutnya.
Di Pondok Banten Indah juga akan disediakan 4-5 titik ruang terbuka hijau yang dilengkapi tempat bermain anak (playground), lapangan badminton, voli, futsal dan masjid. Ridwan mengungkap pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp700 juta per titik ruang terbuka hijau. Pembangunan lebih dari satu titik ruang terbuka hijau ini diterapkan agar ruang terbuka untuk interaksi warga bisa dinikmati oleh seluruh penghuni klaster. Dengan izin luas lahan pengembangan sekitar 70 hektar, nantinya akan ada total 3.200 unit rumah dengan sistem klaster yang akan dibangun di Pondok Banten Indah.
(nng)
Lihat Juga :