IHSG Hari Ini Ditutup Rontok 4,57% ke Level 7.577
Rabu, 04 Maret 2026 - 17:14 WIB
loading...
IHSG merosot pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot ke level 7.577 atau terkoreksi 4,57% pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026). Menukil data RTI Business pada pukul 16.03, IHSG sempat menjangkau level tertinggi 7.897 dan level terendah pada 7.486. Adapun IHSG mencatat nilai transaksi sebesar Rp29,72 triliun dengan volume transaksi sebanyak 53,61 miliar saham.
Baca Juga: Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyoroti pergerakan indeks saham seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, dan ASX. Bahkan, Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8%.
"Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," kata Irvan seperti dikutip, Rabu (4/3/2026).
Sebanyak 734 saham bergerak di zona merah, 54 saham berada di zona hijau, dan 33 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG susut ke level Rp13.549,4 triliun.
Hampir keseluruhan saham mencatatkan nilai pelemahan, mulai dari sektor bahan baku, properti, konstruksi hingga perbankan. Di sektor market resources, emiten INCO membukukan koreksi dalam sampai 10,07%. Di properti, pelemahan terbesar dialami emiten SSIA (7,97%), sedangkan di sektor konstruksi ada SMGR (8,09%).
Baca Juga: Didukung Garda Revolusi, Putra Khamenei Dipilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan koreksi tajam pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini (4/3/2026) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Atas dasar geopolitik pula, pergerakan saham di indeks regional lain turut menukik tajam.
Baca Juga: Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyoroti pergerakan indeks saham seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, dan ASX. Bahkan, Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8%.
"Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," kata Irvan seperti dikutip, Rabu (4/3/2026).
Sebanyak 734 saham bergerak di zona merah, 54 saham berada di zona hijau, dan 33 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG susut ke level Rp13.549,4 triliun.
Hampir keseluruhan saham mencatatkan nilai pelemahan, mulai dari sektor bahan baku, properti, konstruksi hingga perbankan. Di sektor market resources, emiten INCO membukukan koreksi dalam sampai 10,07%. Di properti, pelemahan terbesar dialami emiten SSIA (7,97%), sedangkan di sektor konstruksi ada SMGR (8,09%).
Baca Juga: Didukung Garda Revolusi, Putra Khamenei Dipilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan koreksi tajam pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini (4/3/2026) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Atas dasar geopolitik pula, pergerakan saham di indeks regional lain turut menukik tajam.
(nng)
Lihat Juga :