Konflik Timur Tengah Meluas, Rusia Bidik 40% Pangsa Pasar Minyak India
Rabu, 04 Maret 2026 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Situasi semakin pelik setelah sejumlah perusahaan asuransi maritim global membatalkan perlindungan risiko perang di kawasan Teluk efektif mulai 5 Maret besok. Akibatnya, premi asuransi diperkirakan melonjak antara 50% hingga 100%, yang secara otomatis meningkatkan biaya operasional kapal tanker secara luar biasa untuk satu kali pelayaran.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Di sisi lain, produsen minyak Amerika Serikat mulai melakukan langkah lindung nilai (hedging) secara masif untuk mengunci harga tinggi di tengah ketidakpastian pasar. Investor terpantau berlomba melakukan transaksi kontrak berjangka energi yang mencatatkan rekor perdagangan mencapai 12,7 juta kontrak seiring kekhawatiran akan terjadinya lonjakan harga lanjutan.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump menyatakan bakal menyediakan asuransi risiko politik bagi perdagangan maritim di Teluk melalui mekanisme U.S. International Development Finance Corporation. Meski terdapat rencana pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS, para analis tetap mempertanyakan efektivitas langkah tersebut mengingat besarnya skala gangguan distribusi yang terjadi saat ini.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Di sisi lain, produsen minyak Amerika Serikat mulai melakukan langkah lindung nilai (hedging) secara masif untuk mengunci harga tinggi di tengah ketidakpastian pasar. Investor terpantau berlomba melakukan transaksi kontrak berjangka energi yang mencatatkan rekor perdagangan mencapai 12,7 juta kontrak seiring kekhawatiran akan terjadinya lonjakan harga lanjutan.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump menyatakan bakal menyediakan asuransi risiko politik bagi perdagangan maritim di Teluk melalui mekanisme U.S. International Development Finance Corporation. Meski terdapat rencana pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS, para analis tetap mempertanyakan efektivitas langkah tersebut mengingat besarnya skala gangguan distribusi yang terjadi saat ini.
(nng)
Lihat Juga :