Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya!
Kamis, 05 Maret 2026 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi negara-negara seluruh dunia juga akan memperebutkan. “Lebih baik (kontrak dilakukan segera). Karena kita nggak pasti. Kan katanya perangnya berkepanjangan,” ujar Tauhid.
Selain itu, Tauhid mengingatkan jangan sampai impor dilakukan saat harga minyak mentah mencapai USD100 dolar/barel. Karena hal itu, akan membuat jebol APBN karena defisitnya akan melampaui 3%. “Sekarang kan baru sekitar 78 dolar AS per barel,” katanya.
Di sisi lain, Tauhid juga mengingatkan, bahwa kuota cadangan BBM Indonesia di tengah konflik, sebaiknya memang ditambah menjadi sekitar 1–2 bulan. Hal itu untuk mengantisipasi terkendalanya jalur-jalur distribusi dunia akibat konflik tersebut, termasuk penutupan Selat Hormuz saat ini.
Maka dunia juga akan mengalami kelangkaan kapal-kapal tanker. “Sebenarnya kalau menurut saya semakin banyak cadangan, semakin baik buat kita. Cadangan itu kan ada dari sisi ketersediaan, distribusi, juga kemampuan keuangan negara,” kata Tauhid.
Selain itu, Pertamina juga harus menyiapkan rencana cadangan jika situasi terus memburuk sehingga kebutuhan BBM masyarakat tidak terganggu.
Dengan sejumlah rencana tersebut, Tauhid menilai, masyarakat tidak perlu khawatir cadangan BBM Indonesia akan habis dalam waktu sekitar 20 hari. Karena setidaknya sudah ada rencana pengalihan impor ke kawasan yang lebih aman.
Selain itu, Tauhid mengingatkan jangan sampai impor dilakukan saat harga minyak mentah mencapai USD100 dolar/barel. Karena hal itu, akan membuat jebol APBN karena defisitnya akan melampaui 3%. “Sekarang kan baru sekitar 78 dolar AS per barel,” katanya.
Di sisi lain, Tauhid juga mengingatkan, bahwa kuota cadangan BBM Indonesia di tengah konflik, sebaiknya memang ditambah menjadi sekitar 1–2 bulan. Hal itu untuk mengantisipasi terkendalanya jalur-jalur distribusi dunia akibat konflik tersebut, termasuk penutupan Selat Hormuz saat ini.
Maka dunia juga akan mengalami kelangkaan kapal-kapal tanker. “Sebenarnya kalau menurut saya semakin banyak cadangan, semakin baik buat kita. Cadangan itu kan ada dari sisi ketersediaan, distribusi, juga kemampuan keuangan negara,” kata Tauhid.
Selain itu, Pertamina juga harus menyiapkan rencana cadangan jika situasi terus memburuk sehingga kebutuhan BBM masyarakat tidak terganggu.
Dengan sejumlah rencana tersebut, Tauhid menilai, masyarakat tidak perlu khawatir cadangan BBM Indonesia akan habis dalam waktu sekitar 20 hari. Karena setidaknya sudah ada rencana pengalihan impor ke kawasan yang lebih aman.
(akr)
Lihat Juga :