Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya!
Kamis, 05 Maret 2026 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Tauhid melanjutkan, pencadangan adalah seberapa jauh Pemerintah dan Pertamina memiliki dana untuk menyetok. Bukan hanya bahan-bahan, tetapi juga gudangnya, jalur distribusi, pengapalan dan sebagainya.
“Itu artinya, rata-rata kemampuan keuangan kita mencadangkan segitu. Bukan berarti harinya semakin turun, berarti, dia akan relatif volatilitasnya di angka segitulah. Kenapa nggak bulanan? Karena kemampuan keuangan kita terbatas. Selain itu, kita adalah negara importir,” imbuhnya.
Baca Juga: Waswas Harga BBM RI Bakal Naik Terdampak Gempuran AS-Israel ke Iran
Karena itu Tauhid menilai positif berbagai perencanaan pasokan oleh Pertamina. Mulai dari produksi kilang hingga impor energi. Berbagai perencanaan tadi menurutnya penting agar cadangan tetap terjaga.
Tauhid mencontohkan, langkah Pertamina dan pemerintah yang segera mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Arab. Di tengah kondisi kawasan Teluk yang terus memanas, upaya tersebut merupakan hal positif. Termasuk rencana mengimpor dari Brasil atau Amerika Serikat.
“Menurut saya itu pilihan baik, karena kawasan itu kan bebas dari konflik saat ini,” ujar Tauhid.
Saat ini menurut Tauhid, impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi sekitar 20 % dari kesuluruhan. Selain itu, Indonesia juga mengimpor dari Nigeria maupun Angola
Ia juga menganjurkan, agar kontrak-kontrak untuk impor minyak mentah harus segera dilakukan. Sebab, harga minyak mentah saat ini terus meninkat di tengah gejolak konflik AS-Israel dengan Iran.
“Itu artinya, rata-rata kemampuan keuangan kita mencadangkan segitu. Bukan berarti harinya semakin turun, berarti, dia akan relatif volatilitasnya di angka segitulah. Kenapa nggak bulanan? Karena kemampuan keuangan kita terbatas. Selain itu, kita adalah negara importir,” imbuhnya.
Baca Juga: Waswas Harga BBM RI Bakal Naik Terdampak Gempuran AS-Israel ke Iran
Karena itu Tauhid menilai positif berbagai perencanaan pasokan oleh Pertamina. Mulai dari produksi kilang hingga impor energi. Berbagai perencanaan tadi menurutnya penting agar cadangan tetap terjaga.
Tauhid mencontohkan, langkah Pertamina dan pemerintah yang segera mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Arab. Di tengah kondisi kawasan Teluk yang terus memanas, upaya tersebut merupakan hal positif. Termasuk rencana mengimpor dari Brasil atau Amerika Serikat.
“Menurut saya itu pilihan baik, karena kawasan itu kan bebas dari konflik saat ini,” ujar Tauhid.
Saat ini menurut Tauhid, impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi sekitar 20 % dari kesuluruhan. Selain itu, Indonesia juga mengimpor dari Nigeria maupun Angola
Ia juga menganjurkan, agar kontrak-kontrak untuk impor minyak mentah harus segera dilakukan. Sebab, harga minyak mentah saat ini terus meninkat di tengah gejolak konflik AS-Israel dengan Iran.
Lihat Juga :