Harga Minyak Tembus USD100 per Barel, Bahlil Jamin Pertalite Tak Naik sampai Lebaran
Senin, 09 Maret 2026 - 14:00 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026). FOTO/Iqbal Dwi P
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait harga minyak dunia yang melonjak USD100 per barel atau melampaui asumsi APBN di angka USD70 per barel.
Ia mengatakan peningkatan harga minyak itu merupakan dampak dari peningkatan eskalasi yang terjadi antara Amerika dan Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur perdagangan energi global dengan pangsa pasar hingga 20%.
"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 dolar per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujar dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, APBN 2026 Indonesia Terancam Jebol
Bahlil mengatakan, ketersediaan stok BBM nasional tidak ada masalah meski sampai pada 21 hari. Justru yang perlu menjadi perhatian serius adalah dampak peningkatan harga yang sudah melampaui asumsi makro APBN. Kondisi ini praktis mengancam anggaran subsidi yang nembengkak jika harus menutup kekurangan lebih besar.
"Problem kita sekarang bukan stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah, kita sekarang sedang meng-exercise untuk melakukan langkah yang komprehensif," sambungnya.
Ia mengatakan peningkatan harga minyak itu merupakan dampak dari peningkatan eskalasi yang terjadi antara Amerika dan Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur perdagangan energi global dengan pangsa pasar hingga 20%.
"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 dolar per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujar dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, APBN 2026 Indonesia Terancam Jebol
Bahlil mengatakan, ketersediaan stok BBM nasional tidak ada masalah meski sampai pada 21 hari. Justru yang perlu menjadi perhatian serius adalah dampak peningkatan harga yang sudah melampaui asumsi makro APBN. Kondisi ini praktis mengancam anggaran subsidi yang nembengkak jika harus menutup kekurangan lebih besar.
"Problem kita sekarang bukan stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah, kita sekarang sedang meng-exercise untuk melakukan langkah yang komprehensif," sambungnya.
Lihat Juga :