Krakatau Posco-DLH Cilegon Manfaatkan Slag Baja Perkuat Akses Jalan TPS
Selasa, 10 Maret 2026 - 21:38 WIB
loading...
PT Krakatau Posco bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memanfaatkan material slag baja untuk pengerasan akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kranggot. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Krakatau Posco bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memanfaatkan material slag baja untuk pengerasan akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kranggot. Sebanyak sekitar 1.000 ton slag baja disalurkan perusahaan untuk memperkuat Jalan Kranggot yang menjadi jalur utama armada pengangkut sampah di wilayah tersebut.
"Kami mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama Krakatau Posco dalam mendukung perbaikan akses menuju TPS Kranggot melalui pemanfaatan slag baja. Kolaborasi ini sangat membantu kelancaran operasional pengangkutan sampah sekaligus menjadi contoh pemanfaatan material industri yang berkelanjutan bagi pembangunan Kota Cilegon," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Perkuat Daya Saing, Krakatau Posco Konsisten Dorong Produktivitas
Pemanfaatan slag baja ini merupakan bagian dari kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur sekaligus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Krakatau Posco dalam mendukung pengelolaan sampah dan pembangunan daerah.
Secara teknis, slag baja memiliki karakteristik material yang kuat dan stabil sehingga cocok digunakan untuk pengerasan jalan. Jalan Kranggot setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sampah dengan beban berat menuju TPS, sehingga memerlukan struktur jalan yang memiliki daya dukung tinggi agar tetap kokoh meski menghadapi intensitas lalu lintas kendaraan operasional yang tinggi.
Selain memiliki kekuatan yang baik, penggunaan slag baja juga dinilai mampu meminimalkan potensi kerusakan jalan dibandingkan agregat alami. Infrastruktur jalan yang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas armada pengangkut sampah sekaligus mengurangi frekuensi perbaikan jalan akibat beban kendaraan berat dan faktor cuaca.
Direktur Technology and Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin, mengatakan pemanfaatan slag baja merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor industri.
"Pemanfaatan slag baja sebagai material konstruksi merupakan bagian dari upaya Krakatau Posco dalam mengoptimalkan produk sampingan produksi agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, kami berharap inovasi material ini dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih kuat sekaligus berkelanjutan," ujar Alhadis.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi, Krakatau Posco Operasikan Gudang Baru
Ia menambahkan bahwa perusahaan terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan material hasil proses produksi agar memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan daerah serta mendukung praktik industri yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kolaborasi antara Krakatau Posco dan DLH Kota Cilegon ini diharapkan menjadi contoh praktik konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan material industri yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh.
"Kami mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama Krakatau Posco dalam mendukung perbaikan akses menuju TPS Kranggot melalui pemanfaatan slag baja. Kolaborasi ini sangat membantu kelancaran operasional pengangkutan sampah sekaligus menjadi contoh pemanfaatan material industri yang berkelanjutan bagi pembangunan Kota Cilegon," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Perkuat Daya Saing, Krakatau Posco Konsisten Dorong Produktivitas
Pemanfaatan slag baja ini merupakan bagian dari kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur sekaligus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Krakatau Posco dalam mendukung pengelolaan sampah dan pembangunan daerah.
Secara teknis, slag baja memiliki karakteristik material yang kuat dan stabil sehingga cocok digunakan untuk pengerasan jalan. Jalan Kranggot setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sampah dengan beban berat menuju TPS, sehingga memerlukan struktur jalan yang memiliki daya dukung tinggi agar tetap kokoh meski menghadapi intensitas lalu lintas kendaraan operasional yang tinggi.
Selain memiliki kekuatan yang baik, penggunaan slag baja juga dinilai mampu meminimalkan potensi kerusakan jalan dibandingkan agregat alami. Infrastruktur jalan yang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas armada pengangkut sampah sekaligus mengurangi frekuensi perbaikan jalan akibat beban kendaraan berat dan faktor cuaca.
Direktur Technology and Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin, mengatakan pemanfaatan slag baja merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor industri.
"Pemanfaatan slag baja sebagai material konstruksi merupakan bagian dari upaya Krakatau Posco dalam mengoptimalkan produk sampingan produksi agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon, kami berharap inovasi material ini dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih kuat sekaligus berkelanjutan," ujar Alhadis.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi, Krakatau Posco Operasikan Gudang Baru
Ia menambahkan bahwa perusahaan terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan material hasil proses produksi agar memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan daerah serta mendukung praktik industri yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kolaborasi antara Krakatau Posco dan DLH Kota Cilegon ini diharapkan menjadi contoh praktik konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan material industri yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh.
(nng)
Lihat Juga :