Prabowo Heran Cucu BUMN Tak Boleh Diaudit: Peraturan dari Mana?

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:59 WIB
loading...
Prabowo Heran Cucu BUMN...
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya aturan yang tidak mengizinkan audit terhadap anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya aturan yang tidak mengizinkan audit terhadap anak usaha Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ). Menurutnya, aturan tersebut terasa janggal, terutama karena perusahaan induk BUMN sendiri justru wajib diaudit oleh negara.

"Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo saat memberikan pengarahan HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai aturan yang dibuat seperti itu berpotensi membuka celah penyimpangan, terlebih saat ini satu BUMN dapat memiliki ratusan anak usaha. Prabowo bahkan mengaku terkejut mengetahui bahwa Pertamina memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan.

Baca Juga: Prabowo Sentil BUMN Kerjanya Lambat dan Boros Anggaran

"Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan," tutur dia.

"Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan," imbuh Prabowo.



Karena itu, Prabowo mengaku bersyukur Indonesia kini memiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang bertugas mengelola BUMN dan perusahaan milik negara dengan standar terbaik dunia. Lembaga ini disebut dapat disetarakan dengan sovereign wealth fund (SWF) yang dimiliki berbagai negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Rekomendasi
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved