Resmi Akhiri Program IndoRisk, Pemerintah Perkuat Fiskal Hadapi Risiko Bencana

Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:58 WIB
loading...
Resmi Akhiri Program...
Pemerintah Indonesia secara resmi menutup pelaksanaan Indonesia Disaster Risk Finance & Insurance (IndoRISK). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi menutup pelaksanaan Indonesia Disaster Risk Finance & Insurance (IndoRISK) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembiayaan dan asuransi risiko bencana nasional. Kegiatan penutupan diselenggarakan di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), JB Tower Lantai 29, Jakarta Pusat.

IndoRISK merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan fiskal negara terhadap dampak ekonomi akibat bencana melalui pembentukan dan penguatan Pooling Fund Bencana (PFB). Proyek ini didukung oleh Pinjaman LN-9197-ID serta hibah dari Global Risk Financing Facility (GRiF) dan mulai efektif sejak 4 Oktober 2021.

Selama periode pelaksanaan, berbagai capaian penting berhasil diwujudkan, antara lain penguatan tata kelola pembiayaan risiko bencana serta pengembangan mekanisme pendanaan yang lebih responsif terhadap kondisi darurat. Salah satu langkah strategis adalah penetapan BPDLH sebagai pengelola Pooling Fund Bencana melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 407 Tahun 2021, yang diikuti dengan pengesahan Operations Manual pada Oktober 2021 sebagai pedoman pengelolaan dana.

Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Suska, menjelaskan pentingnya strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) dalam menanggulangi risiko bencana.

“Strategi PARB diluncurkan tahun 2018 merupakan kombinasi dari instrumen-instrumen keuangan untuk mendapatkan skema pendanaan risiko bencana yang memadai, tepat waktu dan sasaran, efektif, berkelanjutan, dan transparan. Di masa depan, PFB sebagai bagian dari Strategi PARB akan menjadi instrumen penting dalam penanggulangan risiko bencana dan menjadi buffer bagi APBN,” kata Suska.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun

Optimalisasi pengelolaan hibah juga dilakukan melalui pengalihan kewenangan penandatanganan dari Badan Kebijakan Fiskal kepada BPDLH pada Februari 2023. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih luas dalam pengelolaan keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU) guna memperkuat fungsi Public Financial Buffer dalam menghadapi risiko bencana. Dari total alokasi hibah sebesar USD 10 juta, realisasi hingga tahun 2026 diproyeksikan mencapai USD 7,81 juta, dengan sisa sekitar USD 2,19 juta yang sedang dalam proses penyelesaian administrasi akhir.

Pelaksanaan IndoRISK menggunakan skema Investment Project Financing with Performance-Based Conditions (IPF-PBC), yaitu mekanisme penarikan dana pinjaman yang bergantung pada pemenuhan indikator kinerja tertentu. Hingga tahap akhir implementasi, nilai pinjaman yang telah ditarik mencapai USD 460 juta, dengan sisa sekitar USD 40 juta yang masih dalam proses verifikasi.



Sejumlah indikator kinerja utama berhasil dipenuhi, meliputi pembentukan Pooling Fund Bencana, penguatan struktur pendanaan, implementasi rencana pembiayaan risiko bencana, serta peningkatan sistem pelacakan anggaran kebencanaan. Program ini juga mendukung peningkatan kesiapsiagaan melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, serta Kementerian Kesehatan.

Pada tahun terakhir pelaksanaan, realisasi penyaluran anggaran menunjukkan capaian yang sangat baik. Kegiatan pra bencana mencapai 96,01 persen dari rencana anggaran, sedangkan program asuransi Barang Milik Negara sebagai bagian dari strategi transfer risiko mencapai 87,46 persen. Secara keseluruhan, tingkat realisasi penyaluran dana mencapai 94,66 persen, melampaui target minimal 80 persen yang ditetapkan dalam indikator kinerja.

Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal

Pooling Fund Bencana dirancang sebagai instrumen utama dalam Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana Nasional untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tekanan fiskal akibat kejadian bencana. Ke depan, mekanisme ini diharapkan menjadi sumber pendanaan terintegrasi yang dapat diakses pemerintah pusat maupun daerah guna mempercepat pemulihan pasca bencana secara lebih merata dan efektif.

“Atas nama World Bank saya mengucapkan terima kasih atas keberhasilan dan dukungan seluruh pihak dalam penanggulangan kebencanaan di Indonesia. Pada kesempatan ini, mari kita merefleksikan kembali kesiapan Indonesia pada mitigasi dan risiko bencana,” pungkas Lead Financial Sector Economist World Bank, Julian Casal.

Penutupan IndoRISK menjadi momentum penyampaian laporan akhir pelaksanaan sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui berbagai capaian yang telah diraih, IndoRISK diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pembiayaan risiko bencana nasional serta mendorong terciptanya tata kelola penanggulangan bencana yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: IMF hingga...
Purbaya: IMF hingga Bank Dunia Puji Strategi Fiskal Pemerintahan Prabowo
Wamenkeu Juda Agung...
Wamenkeu Juda Agung Bicara Soal Efek Perang AS-Israel dan Iran, Apakah APBN Siap?
Terbaru, Ini Syarat...
Terbaru, Ini Syarat dan Tahapan Pengajuan Pembebasan Fiskal Impor Hibah dan Bantuan Bencana
Makan Bergizi Gratis...
Makan Bergizi Gratis Pakai Uang Negara Rp71 Triliun, Bakal Mengganggu Fiskal?
Jokowi Sentil Pejabat...
Jokowi Sentil Pejabat Suka Habiskan Anggaran untuk Rapat dan Studi Banding
Defisit APBN Bakal Melebar...
Defisit APBN Bakal Melebar Imbas Perang Iran vs Israel, Ekonom Sentil Makan Siang Gratis
Perencanaan Pembangunan...
Perencanaan Pembangunan dan Anggaran dalam Arsitektur Fiskal
Harga Minyak Naik, Nalar...
Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun
Kebijakan Efisiensi...
Kebijakan Efisiensi dan Pembiayaan Alternatif Daerah
Rekomendasi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Resmi jadi WNI, Justin...
Resmi jadi WNI, Justin Hubner Siap Perkuat Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved