Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda
Senin, 16 Maret 2026 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Produksi Lapangan Abadi diproyeksikan mencapai 9 juta ton per tahun (9 MTPA). Bahlil menyatakan, langkah ini dilakukan agar proyek memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung kebutuhan gas domestik dan program hilirisasi industri.
Baca Juga: Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial
Menanggapi hal tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia terhadap percepatan proyek Masela. Ia menegaskan INPEX berkomitmen untuk mempercepat realisasi pengembangan lapangan gas tersebut.
"Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi," ujarnya.
Dari sisi perizinan, proyek ini juga mencatat kemajuan signifikan. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah memperoleh persetujuan pada 13 Februari 2026. Selain itu, pelepasan kawasan hutan untuk proyek tersebut juga telah disetujui oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Januari 2026.
Pemerintah menilai penyelesaian berbagai perizinan tersebut menunjukkan dukungan lintas kementerian untuk memastikan investasi besar ini berjalan sesuai rencana. Dengan nilai investasi yang besar dan dukungan regulasi yang terus dipercepat, pemerintah berharap Proyek Abadi Masela dapat segera terealisasi dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial
Menanggapi hal tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia terhadap percepatan proyek Masela. Ia menegaskan INPEX berkomitmen untuk mempercepat realisasi pengembangan lapangan gas tersebut.
"Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi," ujarnya.
Dari sisi perizinan, proyek ini juga mencatat kemajuan signifikan. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah memperoleh persetujuan pada 13 Februari 2026. Selain itu, pelepasan kawasan hutan untuk proyek tersebut juga telah disetujui oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Januari 2026.
Pemerintah menilai penyelesaian berbagai perizinan tersebut menunjukkan dukungan lintas kementerian untuk memastikan investasi besar ini berjalan sesuai rencana. Dengan nilai investasi yang besar dan dukungan regulasi yang terus dipercepat, pemerintah berharap Proyek Abadi Masela dapat segera terealisasi dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :