YLKI Beri Jempol! Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG
Senin, 16 Maret 2026 - 23:24 WIB
loading...
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengakui kesigapan PT Pertamina (Persero) dalam menjaga pasokan dan distribusi energi, melalui pengoperasian Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI ) mengakui kesigapan PT Pertamina (Persero) dalam menjaga pasokan dan distribusi energi, melalui pengoperasian Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H . Berrtugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026, Satgas ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menjamin perlindungan konsumen di tengah lonjakan mobilitas Lebaran 2026.
Ketua YLKI, Niti Emiliana menegaskan bahwa kehadiran Satgas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar tidak terjadi aksi panic buying. Keberadaannya menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat terkait pasokan BBM hingga LPG.
“YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang baik dan positif,” ujar Ketua YLKI, Niti Emiliana di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Satgas Ramadan dan Idul Fitri Pertamina Sukses Mitigasi Lonjakan Permintaan BBM dan LPG
Sebagai perhelatan rutin, Niti sependapat, Pertamina tentu sudah mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri sebaik mungkin. Karena itu dia meyakini seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun BUMN energi tersebut bisa menjaga stok pasokan BBM dan LPG dengan baik.
Upaya tersebut menurut Niti sangat penting, mengingat momentum lebaran diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas dan ekonomi masyarakat. Selain itu keberadaan Satgas Ramadan dan Idulfitri juga dinilai bisa menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat.
”Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Makanya, Pertamina juga harus bersiap,” imbuh Niti.
Niti mencontohkan, langkah Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG. Dalam pandangan YLKI, langkah tersebut sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Apalagi, kata Niti, sebagian besar SPBU dan agen LPG tersebut harus beroperasi 24 jam.
”Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ungkap Niti.
Meski demikian, Niti menyebut beberapa catatan. Pertama, Pertamina harus memastikan distribusi merata, terutama di jalur-jalur mudik; Kedua, melakukan pengawasan terhadap kualitas dan takaran; Dan ketiga, siap tanggap atas aduan atau keluhan konsumen.
Selain itu Niti juga berharap agar dalam kondisi geopolitik seperti sekarang, Pemerintah dan Pertamina bisa terus menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan. “Jadi, bukan hanya saat momentun lebaran saja,” ujarnya.
Tidak hanya upaya menjaga pasokan dan distribusi energi. Terkait layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina di SPBU, Niti juga menilai positif. Dengan total 43 titik yang tersebar di berbagai rest area tol, non-tol, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, Niti menyebut bahwa Serambi MyPertamina sangat istimewa.
Baca Juga: Satgas RAFI PHE 2026 Pastikan Operasi Hulu Migas Tetap Andal Selama Ramadan dan Idulfitri
Mengapa? Karena menurut Niti, pemudik bisa beristirahat sambil menikmati berbagai fasilitas yang disediakan di Serambi MyPertamina. Antara lain musola, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, makan dan minum gratis, dan bahkan tukang cukur.
“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layananan tambahan yang lebih istimewa untuk konsumen. Konsumen bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, seperti cek kesehatan, kursi pijat, dan sebagainya,” ujar Niti.
Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026. Guna memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadan hingga lebaran. Satgas bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Pertamina juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah. Selain itu, juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by sebanyak 200 unit, dan 41 unit Serambi MyPertamina.
Ketua YLKI, Niti Emiliana menegaskan bahwa kehadiran Satgas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar tidak terjadi aksi panic buying. Keberadaannya menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat terkait pasokan BBM hingga LPG.
“YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idul Fitri oleh PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang baik dan positif,” ujar Ketua YLKI, Niti Emiliana di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Satgas Ramadan dan Idul Fitri Pertamina Sukses Mitigasi Lonjakan Permintaan BBM dan LPG
Sebagai perhelatan rutin, Niti sependapat, Pertamina tentu sudah mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri sebaik mungkin. Karena itu dia meyakini seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun BUMN energi tersebut bisa menjaga stok pasokan BBM dan LPG dengan baik.
Upaya tersebut menurut Niti sangat penting, mengingat momentum lebaran diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas dan ekonomi masyarakat. Selain itu keberadaan Satgas Ramadan dan Idulfitri juga dinilai bisa menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat.
”Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Makanya, Pertamina juga harus bersiap,” imbuh Niti.
Niti mencontohkan, langkah Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG. Dalam pandangan YLKI, langkah tersebut sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Apalagi, kata Niti, sebagian besar SPBU dan agen LPG tersebut harus beroperasi 24 jam.
”Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,” ungkap Niti.
Meski demikian, Niti menyebut beberapa catatan. Pertama, Pertamina harus memastikan distribusi merata, terutama di jalur-jalur mudik; Kedua, melakukan pengawasan terhadap kualitas dan takaran; Dan ketiga, siap tanggap atas aduan atau keluhan konsumen.
Selain itu Niti juga berharap agar dalam kondisi geopolitik seperti sekarang, Pemerintah dan Pertamina bisa terus menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan. “Jadi, bukan hanya saat momentun lebaran saja,” ujarnya.
Tidak hanya upaya menjaga pasokan dan distribusi energi. Terkait layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina di SPBU, Niti juga menilai positif. Dengan total 43 titik yang tersebar di berbagai rest area tol, non-tol, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, Niti menyebut bahwa Serambi MyPertamina sangat istimewa.
Baca Juga: Satgas RAFI PHE 2026 Pastikan Operasi Hulu Migas Tetap Andal Selama Ramadan dan Idulfitri
Mengapa? Karena menurut Niti, pemudik bisa beristirahat sambil menikmati berbagai fasilitas yang disediakan di Serambi MyPertamina. Antara lain musola, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, makan dan minum gratis, dan bahkan tukang cukur.
“Serambi MyPertamina menjadi penawaran layananan tambahan yang lebih istimewa untuk konsumen. Konsumen bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, seperti cek kesehatan, kursi pijat, dan sebagainya,” ujar Niti.
Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026. Guna memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadan hingga lebaran. Satgas bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Pertamina juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah. Selain itu, juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by sebanyak 200 unit, dan 41 unit Serambi MyPertamina.
(akr)
Lihat Juga :