Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan
Kamis, 19 Maret 2026 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Di bidang perkebunan mereka membangun, Hartono Plantation Indonesia. Tahun 2001, mereka juga membeli Salim Oleochamicals, perusahaan yang memproduksi minyak sawit dan minyak kelapa untuk sampo. Mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008.
Di bidang properti, mereka adalah pemilik Grand Indonesia. Perusahaan mereka, Fajar Surya Perkasa yang membangun Mall Daan Mogot dan Nagaraja Lestari yang membangun Pulogadung Trade Center. Perusahaan properti mereka membangun perumahan hingga hotel.
Langkah diversifikasi ini membuktikan bahwa Bambang Hartono adalah pemimpin yang adaptif terhadap disrupsi teknologi, memastikan keberlanjutan bisnis keluarga Hartono hingga generasi mendatang.
Ia seringkali terlihat tampil sederhana tanpa pengawalan ketat. Baginya, kenyamanan dan rasa makanan jauh lebih penting daripada gengsi. Kesederhanaan ini menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda tentang pentingnya tetap membumi meskipun telah mencapai puncak kesuksesan.
Pada akhir 2025 lalu, kekayaannya tercatat sebesar USD19,2 miliar atau sekitar Rp315,9 triliun, menempatkannya di posisi keempat orang terkaya di Indonesia.
Hasilnya? Di usia yang saat itu menginjak 78 tahun, ia berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia. Bonus dari pemerintah pun ia sumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga.
"Bridge melatih kita untuk mengambil keputusan dengan data yang tidak lengkap, persis seperti dalam dunia bisnis," ungkap Bambang mengenai filosofi olahraganya.
Tempat, Tanggal Lahir: Kudus, 2 Oktober 1939
Posisi: Pemilik Grup Djarum & Pemegang Saham Pengendali BCA
Hobi: Olahraga Bridge (Pemain Profesional)
Kekayaan: Posisi keempat teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia 2026 (Versi Forbes)
Karir: Direktur Djarum (1963 - 2016)
Pendidikan: Universitas Diponegoro (1959 - 1963)
Michael Bambang Hartono adalah bukti nyata bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang dipamerkan, melainkan dari apa yang dibangun dan bagaimana dampak tersebut dirasakan oleh jutaan orang.
Di bidang properti, mereka adalah pemilik Grand Indonesia. Perusahaan mereka, Fajar Surya Perkasa yang membangun Mall Daan Mogot dan Nagaraja Lestari yang membangun Pulogadung Trade Center. Perusahaan properti mereka membangun perumahan hingga hotel.
Gurita Bisnis Grup Djarum di Era Digital
Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Grup Djarum tidak terjebak pada industri tradisional. Melalui Global Digital Niaga, mereka merambah dunia e-commerce dengan Blibli, mengakuisisi platform tiket daring Tiket.com, hingga berinvestasi besar di sektor menara telekomunikasi lewat Sarana Menara Nusantara (TOWR).Langkah diversifikasi ini membuktikan bahwa Bambang Hartono adalah pemimpin yang adaptif terhadap disrupsi teknologi, memastikan keberlanjutan bisnis keluarga Hartono hingga generasi mendatang.
Tetap Merakyat Meski Berharta Triliunan
Publik sempat dihebohkan oleh foto viral Bambang Hartono yang sedang asyik makan di sebuah warung sederhana Tahu Pong di Semarang. Bagi pria kelahiran Kudus, 2 Oktober 1939 ini, kemewahan bukanlah prioritas.Ia seringkali terlihat tampil sederhana tanpa pengawalan ketat. Baginya, kenyamanan dan rasa makanan jauh lebih penting daripada gengsi. Kesederhanaan ini menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda tentang pentingnya tetap membumi meskipun telah mencapai puncak kesuksesan.
Pada akhir 2025 lalu, kekayaannya tercatat sebesar USD19,2 miliar atau sekitar Rp315,9 triliun, menempatkannya di posisi keempat orang terkaya di Indonesia.
Legenda Bridge Indonesia dan Peraih Medali Asian Games
Selain bisnis, gairah terbesar Bambang Hartono adalah olahraga Bridge. Ia bukan sekadar hobi, melainkan pemain tingkat dunia. Bambang adalah sosok yang berjuang agar cabang olahraga Bridge bisa dipertandingkan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.Hasilnya? Di usia yang saat itu menginjak 78 tahun, ia berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia. Bonus dari pemerintah pun ia sumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga.
"Bridge melatih kita untuk mengambil keputusan dengan data yang tidak lengkap, persis seperti dalam dunia bisnis," ungkap Bambang mengenai filosofi olahraganya.
Biodata Singkat Michael Bambang Hartono:
Nama Lengkap: Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang)Tempat, Tanggal Lahir: Kudus, 2 Oktober 1939
Posisi: Pemilik Grup Djarum & Pemegang Saham Pengendali BCA
Hobi: Olahraga Bridge (Pemain Profesional)
Kekayaan: Posisi keempat teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia 2026 (Versi Forbes)
Karir: Direktur Djarum (1963 - 2016)
Pendidikan: Universitas Diponegoro (1959 - 1963)
Michael Bambang Hartono adalah bukti nyata bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang dipamerkan, melainkan dari apa yang dibangun dan bagaimana dampak tersebut dirasakan oleh jutaan orang.
(akr)
Lihat Juga :