Intip Rahasia SPPG di Sumba dan Tasikmalaya, Jaga Standar Tinggi Dorong Pertanian Lokal

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:34 WIB
loading...
Intip Rahasia SPPG di...
Di tengah berita Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus berupaya melakukan pengetatan standar mutu dan evaluasi kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Di tengah berita Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus berupaya melakukan pengetatan standar mutu dan evaluasi kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), masyarakat perlu tahu bahwa ada beragam kisah dari SPPG yang sudah berjalan baik dan berhasil membangun ekosistem perekonomian saling menguntungkan dengan penduduk di sekitarnya.

Sebagian SPPG pun kini bukan sekadar sarana dapur umum. Beberapa SPPG bertransformasi menjadi jantung baru bagi perekonomian desa dan program MBG menjadi penyemangat baru bagi anak-anak di pelosok negeri untuk terus bersekolah.

Baca Juga: Evaluasi MBG Diperketat, 1.512 SPPG di Jawa Dihentikan Sementara

Kisah inspiratif pertama datang dari SPPG Kadi Wano di Wewewa Timur, Sumba Barat Daya. Di bawah kepemimpinan Edwin Putra Kadege, SPPG ini berhasil membuktikan bahwa SPPG yang dijalankan dengan baik justru menunya dinanti anak-anak.

"Banyak anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan ekonomi orang tua. Fakta di lapangan, guru-guru melapor anak-anak kini jauh lebih bersemangat sekolah meskipun jarak rumah mereka sangat jauh," ujar Edwin Putra Kadege dalam pernyataannya, Kamis (19/3/2026).

Hal ini sejalan dengan temuan Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) yang melakukan penelitian Dampak Awal Program MBG Terhadap Kesejahteraan Anakyang diluncurkan Februari 2026 lalu. Hasil survei RISED di tiga Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tersebut menunjukkan anak-anak jadi lebih ceria setelah program MBG berjalan.

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi menjelaskan, “Sekitar separuh dari 1.800 responden orang tua siswa yang mengikuti survei kami menyatakan setuju bahwa anak menjadi lebih jarang sakit dan terlihat lebih ceria. 50% orang tua siswa menganggap terlihat lebih ceria, 48% orang tua menilai anak mereka menjadi lebih jarang sakit setelah menerima MBG,” terangnya.

SPPG Bersinergi dengan Petani Lokal

Selain memberikan makanan bernutrisi bagi 2000 anak-anak di 15 sekolah di Sumba Barat, SPPG Kadi Wano juga membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari memberdayakan petani lokal. Hampir seluruh kebutuhan sayur-mayur SPPG ditopang langsung oleh kelompok tani setempat.

Hal ini menciptakan ekosistem perputaran ekonomi yang nyata. Petani lokal tidak lagi bingung menjual hasil panennya karena SPPG bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker). Hal yang sama juga terjadi di SPPG Cibuntu di Kecamatan Taraju, Tasikmalaya, menunjukkan sinergi yang tak kalah apik. Dengan tingkat pemenuhan pangan lokal mencapai 85%, SPPG ini telah menggandeng petani, pedagang pasar, hingga karang taruna desa setempat untuk bersinergi membangun ekosistem yang tangguh.

Menariknya, kehadiran SPPG ini memicu revolusi pertanian kecil-kecilan di Taraju. Mitra SPPG Cibuntu, Tino Rirantino, menyebutkan bahwa kehadiran program ini mendorong perubahan pola tanam petani. Jika sebelumnya buah-buahan harus didatangkan dari luar wilayah, kini para petani lokal mulai bersemangat menanam buah secara mandiri agar bisa diserap langsung oleh dapur SPPG.

"SPPG ini adalah jembatan strategis. Kami memfasilitasi petani agar hasil bumi mereka memiliki pasar yang jelas dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan warga desa," jelas Tino.

Baca Juga: Peluncuran E-Learning dan Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG Perkuat Akuntabilitas Program MBG

Keberhasilan SPPG tidak hanya diukur dari angka ekonomi, tetapi juga dari senyum para penerima manfaat. Melalui evaluasi berkala, pengelola SPPG dituntut untuk tetap kreatif dan disiplin. Menjamin higienitas dapur dan kualitas bahan baku tetap pada standar tertinggi adalah kunci agar SPPG bisa beroperasi dengan baik. Tidak kalah penting lagi, SPPG harus kreatif dalam mengatur porsi nutrisi sesuai usia anak, namun tetap menyesuaikan dengan selera lokal agar makanan selalu habis disantap.

Melibatkan guru dalam proses distribusi untuk memastikan setiap anak merasa diperhatikan secara personal juga jadi strategi yang perlu dikelola SPPG dengan pihak sekolah. Salah satu hal yang patut dicontoh dari SPPG Cibuntu, Taraju, mereka juga turut menjalankan program CSR berupa penyaluran bantuan sarana dan prasarana sekolah bagi anak yatim dan yatim piatu di lingkungan sekolah. Ini menggambarkan manfaat MBG dan keberadaan SPPG di sebuah wilayah kini berubah menjadi denyut nadi sosial ekonomi yang penting bagi warga lokal di sekitarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minyak Jelantah Buangan...
Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Evaluasi Ketat SPPG...
Evaluasi Ketat SPPG Kunci Jaga Kepercayaan Program MBG
Evaluasi MBG Diperketat,...
Evaluasi MBG Diperketat, 1.512 SPPG di Jawa Dihentikan Sementara
BGN Sangkal Mitra SPPG...
BGN Sangkal Mitra SPPG Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari Program MBG
SPPG Karyasari Klarifikasi...
SPPG Karyasari Klarifikasi soal Menu MBG Dibungkus Plastik
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Rekomendasi
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved