Hemat BBM Imbas Perang AS vs Iran, Negara Asia Ini Jadikan Hari Rabu Libur Nasional

Minggu, 22 Maret 2026 - 09:50 WIB
loading...
Hemat BBM Imbas Perang...
Sri Lanka menetapkan setiap hari Rabu sebagai libur nasional bagi institusi publik, demi untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sri Lanka menetapkan setiap hari Rabu sebagai libur nasional bagi institusi publik, demi untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) . Hal itu lantaran negara pulau ini menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan pasca perang AS (Amerika Serikat) dan Israel dengan Iran.

Kebijakan penghemat bahan bakar menjadi salah satu cara bagi negara-negara Asia untuk bertahan seiring memanasnya konflik Timur Tengah. "Kita harus mempersiapkan yang terburuk, tetapi berharap yang terbaik," kata Presiden, Anura Kumara Dissanaya dalam pertemuan darurat dengan pejabat senior pada hari Senin.

Ini adalah langkah terbaru dalam serangkaian tindakan penghematan yang dilakukan oleh negara-negara Asia sejak perang menghambat Selat Hormuz, yang dulu mengangkut jutaan barel minyak dari Teluk ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM

Hampir 90% dari seluruh minyak dan gas yang mengalir melalui selat tersebut tahun lalu ditujukan untuk Asia, yang merupakan wilayah pengimpor minyak terbesar di dunia.

Apa yang dilakukan negara-negara Asia lain?

Di tempat lain di Asia, pihak berwenang telah mengambil berbagai langkah penghematan. Di Thailand, misalnya, pemerintah mendorong semua orang untuk mengganti setelan jas dengan kaos lengan pendek untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin udara. Sementara di Myanmar, kendaraan pribadi hanya diizinkan beroperasi pada hari tertentu sesuai dengan plat nomor.

Lain lagi di Bangladesh, yang telah memajukan liburan Ramadan di universitas dan memperkenalkan pemadaman terjadwal untuk seluruh negeri demi menghemat energi.



Sedangkan Filipina, beberapa kantor pemerintah telah mewajibkan staf untuk bekerja dari rumah setidaknya satu hari seminggu. Selain itu Presiden Ferdinand Marcos Jr telah melarang perjalanan yang tidak penting di sektor publik.

Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH ASN dan Swasta Usai Lebaran

Marcos juga mengumumkan bantuan tunai untuk petani, dan nelayan, dengan harapan membantu mereka mengatasi kenaikan harga minyak, berkisar antara 3.000-5.000 peso (USD50-USD84).

Dan Vietnam sangat mendorong warganya untuk tetap di rumah lebih sering guna menghemat bahan bakar. Pemerintah juga menyerukan kepada masyarakat untuk "mengendarai sepeda, berbagi mobil, menggunakan transportasi umum, dan membatasi penggunaan kendaraan pribadi jika tidak perlu."

Jurus Sri Lanka Menghemat BBM

Sementara itu Sri Lanka menetapkan empat hari kerja yang berlaku untuk sekolah dan universitas. Akan tetapi tidak akan mempengaruhi lembaga negara yang menyediakan layanan penting, seperti otoritas kesehatan dan imigrasi, kata para pejabat.

Pihak berwenang memilih Rabu sebagai hari libur tambahan, bukan Jumat, agar kantor pemerintah tidak tutup selama tiga hari berturut-turut. Pengendara juga sekarang diwajibkan mendaftar untuk mendapatkan bahan bakar, ketika pemerintah membatasi jumlah bahan bakar yang dapat dibeli.

Kondisi ini telah memicu ketidakpuasan di antara beberapa warga Sri Lanka yang merasa bahwa kuota bahan bakar - 15 liter untuk mobil pribadi dan lima liter untuk sepeda motor - terlalu sedikit.

Mekanisme pembatasan pertama kali diterapkan pada tahun 2022 selama krisis ekonomi terburuk di negara itu yang membuatnya kehabisan cadangan devisa dan tidak mampu mengimpor barang-barang penting serta membeli cukup bahan bakar.

Harga minyak tercatat telah meroket sejak AS dan Israel mulai mengebom Iran akhir bulan lalu, dan saat ini berada di sekitar USD100 per barel.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Rekomendasi
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved