Dolar AS Kembali Jadi Primadona, Emas Mulai Ditinggalkan Investor Global

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:34 WIB
loading...
Dolar AS Kembali Jadi...
Pergerakan harga emas dunia mengalami tekanan tajam seiring meningkatnya minat investor terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di tengah ketidakpastian global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pergerakan harga emas dunia mengalami tekanan tajam seiring meningkatnya minat investor terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di tengah ketidakpastian global . Analis Keuangan Ibrahim Assuaibi menilai, pergeseran arus investasi ini menjadi faktor utama yang menekan harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia tercatat turun ke level USD4.497,37 per troy ons. Penurunan ini turut berdampak pada harga logam mulia di dalam negeri yang ikut melemah ke kisaran Rp2.893.000 per gram.

Menurut Ibrahim, kondisi ini mencerminkan perubahan preferensi investor global yang mulai meninggalkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam jangka pendek dan beralih ke dolar AS. Penguatan indeks dolar yang diproyeksikan menuju level 101,20 menjadi indikator kuat bahwa mata uang tersebut kembali diminati pasar.

Baca Juga: Heboh Fenomena War Emas di JCC, Pengamat Sebut Bukan Fomo

"Investor saat ini cenderung beralih ke dolar AS sebagai safe haven, sehingga menekan harga emas dunia." ujar Ibrahim kepada awak media, Minggu (22/3/2026).



Selain faktor dolar, kenaikan harga energi juga turut memperburuk tekanan terhadap emas. Harga crude oil diperkirakan bergerak di kisaran USD93,3 per barel hingga USD107,1 per barel. Sementara Brent crude oil menunjukkan potensi penguatan lebih tinggi di level USD110 hingga USD116.

Lonjakan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat. "Ini sebenarnya membuat (harga) emas itu tergelincir, dan investor itu berpindah ke safe haven nya dolar. Karena yang kelihatan kenaikannya cukup tajam bukan crude oil, tapi brent crude oil, yang berdampak terhadap inflasi," sambung Ibrahim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved